SAMPIT – Anggota DPRD kabupaten Kotawaringin Timur Muhammad Abadi mempertanyakan terkait program cetak Sawah Baru yang dicanangkan oleh pemerintah pusat di Kabupaten Kotim. Dirinya mempertanyakan lahan di kawasan daerah mana yang akan digunakan nantinya.
“Karena jika melihat kondisi sekarang ini lahan di Kotim sudah menipis untuk pertanian lantaran banyak digunakan untuk ekspansi perkebunan kelapa sawit. Sementara program cetak sawah itu cukup banyak memerlukan lahan yaitu 58.000 hektare,”ujarnya, Kamis 26 September 2024.
Bahkan menurutnya, untuk mencari lahan seluas 10.000 hektar saja sudah tidak mudah saat ini di wilayah Kotim. Terutama karena pemerintah kerap kali memberikan izin untuk perluasan perkebunan besar kelapa sawit.
“Salah satunya yaitu di kecamatan Cempaga yang mana beberapa waktu lalu harusnya ada lahan untuk irigasi pertanian warga, namun di atasnya malah terbit izin untuk perusahaan sawit,”tegasnya.
Meski demikian, dirinya Tetap berharap agar program cetak sawah 58.000 hektar itu dapat terealisasi mungkin dengan konsep dibagi di beberapa Kecamatan sehingga dapat terpenuhi luasan lahan tersebut.
Diketahui sebelumnya, Kotim dijadikan sebagai salah satu wilayah penyangga pangan ibukota nusantara (IKN) dan mendapatkan jatah program cetak sawah seluas 58.000 hektar dari Kementerian Pertanian.
Sebagai tahap awal target perluasan cetak sawah secara umum di wilayah Kalimantan Tengah sekitar 400.000 hektar yang dibagi ke sejumlah Kabupaten. Salah satunya Kotim yang mendapat jatah 58.000 hektar pada tahun 2025.
(dia/matakalteng)






















Discussion about this post