SAMPIT – Anggota Dewan Perwakilan Rakyat Daerah (DPRD) Kotawaringin Timur (Kotim) Ardiansyah menyebutkan, dimusim kemarau ini ternyata masih ada permukiman warga yang kebanjiran ketika sesekali turun hujan dengan intensitas tinggi.
“Khususnya di wilayah Perkotaan Sampit, hal ini disebabkan karena tersumbatnya drainase dan juga anak-anak sungai yang ada di sekitar kota Sampit mengalami pendangkalan,” kata Anggota Komisi I DPRD Kotim, Ardiansyah, Jumat 30 Juni 2023.
Ia mendorong pemerintah melakukan normalisasi anak sungai, dengan menurunkan alat berat untuk membantu masyarakat melakukan pekerjaan tersebut agar lebih cepat dan lebih optimal.
“Untuk menormalisasi sungai tidak cukup hanya menggunakan cara manual, harus menggunakan mesin. Selain untuk normalisasi anak sungai juga untuk membersihkan parit yang tersumbat serta pengaringan yang merupakan sungai buatan untuk dialirkan ke sungai besar,” tegasnya.
Selain itu lanjutnya, jika dilakukan dengan manual maka akan banyak memakan tenaga. Belum tentu pengerjaan itu selesai dan sesuai yang diharapkan. Untuk itu menurutnya perlu adanya eksavator mini untuk membantu pekerjaan tersebut.
“Kalau drainase yang dibangun kemarin ma- sih menyelesaikan persoalan banjir, di sekitar jalan itu. Kita minta agar secara keseluruhan ditangani dengan baik,” pungkasnya.
(dia/matakalteng.com)






















Discussion about this post