PALANGKA RAYA – Kalangan Dewan Perwakilan Rakyat Daerah (DPRD) Kalimantan Tengah belum lama ini melakukan kunjungan kerja ke Daerah Istimewa Yogyakarta.
Wakil Ketua DPRD Kalimantan Tengah (Kalteng) Faridawaty Darland Atjeh yang memimpin kunker ini mengatakan pihaknya mendapatkan sejumlah masukan dan pembelajaran. Tidak saja mempersiapkan pariwisata jelang era tatanan kehidupan baru, tapi juga menambah pengetahuan belajar terkait penerapan nasionalisme dan adat.
“Pada saat kunker, jajaran DPRD Kalteng disambut secara langsung oleh petinggi Dinas Pendidikan Pemuda dan Olah Raga (Dikpora) Yogyakarta. Uniknya, sambutan dilakukan dengan menggunakan kostum daerah Yogyakarta yang sangat terkenal. Dimana bapak-bapak menggunakan pakaian khas daerah lengkap dengan blangkon, sementara ibu-ibu menggunakan kebaya dengan jarik,” beber srikandi Partai NasDem ini, Senin (28/6).
Secara pribadi Faridawaty mengaku tertarik dengan cara Gubernur Yogyakarta dalam membangun, dan memelihara rasa nasionalisme yang dibalut dalam budaya. Dalam hal ini Gubernur Yogyakarta mengeluarkan instruksi bahwa setiap Kamis Pahing para aparatur sipil negara (ASN) menggunakan busana daerah Yogyakarta, dan menggunakan bahasa daerah.
“Meskipun menggunakan bahasa daerah dalam keseharian, kata Faridawaty, pemerintah setempat tetap menggunakan Bahasa Indonesia apabila dalam forum resmi dan formal,” ungkap Faridawaty.
Hal menarik lain yang ditemukan antara disebutkan Faridawaty, salah satunya dimana setiap jam 10 pagi ada bunyi sirene yang mewajibkan semua ASN berdiri untuk bersama mendengarkan lagu kebangsaan Indonesia Raya, dan menyenandungkannya
Sekarang ini juga, lanjut Faridawaty, Yogyakarta sedang melakukan persiapan jelang pembelajaran tatap muka. Dipilih 10 sekolah yang dinilai siap dan menjadi refresentasi untuk dilaksanakan pembelajaran tatap muka. Setiap kabupaten dan kota di Yogyakarta dapat mengajukan 2 sekolah refresentasi.
(vi/matakalteng.com)






















Discussion about this post