PALANGKA RAYA – Seakan tak terasa, peringatan kemerdekaan Republik Indonesia kembali disambut tak lama lagi. Seiring dengan datangnya momen spesial itu, mulailah berjejeran di sudut-sudut jalan para pedagang bendera, umbul-umbul, dan aksesoris lainnya yang memang khas tersaji ketika merayakan 17 Agustus. Namun, ada yang berbeda dari tahun sebelumnya.
Para pedagang bendera ini mengeluhkan penurunan omzet penjualan yang cukup drastis dibandingkan tahun-tahun sebelumnya. Udin, salah satu pedagang bendera yang berjualan di depan Pasar Kahayan, Palangka Raya, mengungkapkan bahwa penjualan dari usahanya menurun. Hal ini terjadi karena meningkatnya transaksi jual beli secara online yang menawarkan harga yang jauh lebih murah dengan banyak promo menarik.
“Dalam sehari hanya bisa menjual 1 sampai 3 bendera saja. Orang-orang lebih memilih untuk membeli secara online, karena harganya lebih murah dan banyak promo,” ungkapnya. Pedagang lainnya Dadang, juga menyampaikan keluhan yang sama. Penjualan benderanya sepi, sangat berbeda dibandingkan dengan tahun kemarin. “Penjualan saya sepi, berbeda dengan tahun kemarin, dari tanggal 25 Juli tahun lalu saya sudah mendapatkan banyak pesanan. Tapi sekarang tidak ada lagi,” keluhnya.
Namun, kendati mengalami penurunan omzet, para pedagang bendera berharap mendapat dukungan dari pemerintah untuk meningkatkan Usaha Mikro, Kecil, dan Menengah (UMKM) yang mereka jalankan. Selain itu pula, para pedagang berharap masyarakat lebih peduli membeli secara lokal agar bisa membantu meningkatkan perekonomian dan memberikan dukungan nyata bagi usaha kecil.
(vi/matakalteng)




















