SAMPIT – Partai Keadilan Sejahtera (PKS) Kabupaten Kotawaringin Timur (Kotim) menggelar Musyawarah Daerah (Musda) ke-6, Minggu 7 September 2025. Agenda ini berlangsung serentak secara nasional dan juga dilaksanakan di beberapa kabupaten di Kalimantan Tengah. Ketua Panitia, Adi Cahyono, menyampaikan apresiasi atas kehadiran para kader dan tokoh PKS dalam Musda.
“Kami mengundang sekitar 60 kader dan tokoh, Alhamdulillah hadir 80 persen. Kursi memang sengaja disiapkan lebih banyak karena kami yakin kader yang masih bekerja juga akan menyusul hadir. Mudah-mudahan melalui kegiatan sederhana ini dapat menciptakan kebaikan bagi masyarakat Kotim dan membawa kejayaan bagi PKS serta kita semua,” ujarnya, Minggu 7 September 2025.
Ketua DPD PKS Kotim, H. Suprianto, menegaskan bahwa Musda menjadi momentum penting untuk mengevaluasi kinerja kepengurusan sebelumnya sekaligus menyiapkan langkah ke depan. Ia mengungkapkan capaian PKS Kotim yang berhasil menambah kursi di DPRD Kotim.
“Alhamdulillah, dari satu kursi pada 2019, kini bertambah menjadi tiga kursi pada 2025. Itu hasil kerja teman-teman periode 2020–2025. Saya tidak pernah membayangkan sebelumnya bisa menjadi ketua DPD. Hari ini kita melaksanakan Musda ke-6, dan harapan saya pengurus yang baru lebih aktif dan inovatif dalam menjalankan roda organisasi,” katanya.
Suprianto juga melakukan evaluasi terhadap kinerja pengurus sebelumnya. Menurutnya di periode lalu, kinerja struktur tidak sampai 60 persen, tetapi bisa menambah dua kursi. “Dengan pengurus baru yang banyak anak muda, saya berharap kinerjanya lebih baik. Orientasi 2025–2030 adalah peningkatan kader, dan itu sangat urgent. Struktur DPD sudah terpenuhi, dan struktur DPC akan segera kita lengkapi,” tambahnya.
Sementara itu, Ketua Majelis Pertimbangan Wilayah (MPW) PKS Kalteng, Heru Hidayat, menekankan pentingnya esensi dari pelaksanaan Musda. Menurutnya, kesederhanaan acara bukan menjadi penghalang bagi kelancaran dan keberkahan.
“Yang terpenting adalah kenikmatan dan kelancaran berjalannya acara. Kesederhanaan merupakan wujud empati kita dengan keadaan saat ini. Dewan Pengurus Pusat PKS menyampaikan apresiasi setinggi-tingginya kepada struktur pengurus dan anggota PKS di tingkat daerah yang telah bersinergi menyukseskan Musda,” ucapnya.
Heru menjelaskan, Musda memiliki posisi strategis dalam organisasi PKS. Musda adalah forum pengambilan keputusan tertinggi di tingkat daerah yang dilaksanakan lima tahun sekali. Melalui forum ini, pengurus masa bakti 2020–2025 dinyatakan demisioner, dan pengurus baru untuk 2025–2030 ditetapkan melalui mekanisme demokratis, transparan, dan akuntabel.
“Proses pemilihan dilakukan melalui usulan kader, verifikasi, hingga penetapan oleh DPP dengan memperhatikan aspirasi dan masukan tokoh masyarakat di daerah,” jelasnya. Dia menegaskan, kepengurusan yang baru harus mengawal visi besar PKS 2025–2030. Visi itu mencakup pengokohan jati diri PKS sebagai partai Islam rahmatan lil alamin, memastikan seluruh anggota berkomitmen pada nilai bersih, profesional, serta fokus pada tiga hal pokok yaitu kader, kaderisasi, dan pelayanan publik.
“Semua ini harus dijaga untuk menuju kemenangan pemilu 2029,” tegasnya. Heru juga berpesan agar pengurus baru menjunjung tinggi pakta integritas yang telah ditandatangani. Pengurus adalah ujung tombak perjuangan. “Mereka harus berjuang bahu-membahu dalam satu komando kepemimpinan untuk melayani dan memberdayakan masyarakat. Saya minta semua menjunjung tinggi nilai kebenaran, akhlak mulia, profesionalitas, serta semangat sinergi dan kolaborasi,” tambahnya.
Ia juga mengingatkan pentingnya sinergi dengan pemerintah daerah. Pejabat PKS di DPRD harus berkolaborasi dengan bupati, wakil bupati, wali kota, maupun wakil wali kota untuk membangun dan memajukan daerah. “Dengan begitu, peran PKS dapat semakin nyata dirasakan masyarakat,” ucapnya.
Heru menutup dengan menyampaikan agenda besar partai ke depan. Yaitu setelah Musda, PKS akan melaksanakan Musyawarah Nasional pada 27–29 September 2025. Sama halnya, Munas juga akan dilaksanakan secara sederhana dengan undangan terbatas. “Insya Allah Presiden RI akan hadir, mari kita sukseskan bersama demi kokohkan sinergi dan memajukan Indonesia,” pungkasnya.
Musda PKS Kotim ini menjadi momentum penting dalam melanjutkan estafet kepemimpinan partai, dengan harapan kepengurusan baru lebih solid, kreatif, dan inovatif dalam menjalankan misi politik serta pelayanan kepada masyarakat.

Ditempat yang sama, Kepala Bidang Kewaspadaan Nasional dan Penanganan Konflik Kesbangpol Kotim, Alex Ariadi, menegaskan bahwa partai politik memiliki peran penting dalam menghadirkan solusi atas berbagai tantangan demokrasi. Menurutnya, forum internal partai merupakan momentum strategis untuk menentukan arah perjuangan politik yang lebih relevan dengan kebutuhan masyarakat.
“Musda bukan hanya agenda organisasi atau forum formalitas, melainkan ruang demokrasi tempat kader berdialog dan mengambil keputusan bersama dengan semangat kekeluargaan. Inilah saatnya mengevaluasi perjalanan partai, menyusun program kerja yang sesuai kebutuhan rakyat, sekaligus memilih kepemimpinan yang baru,” ujarnya, Minggu 7 September 2025.
Ia menyoroti dinamika politik nasional yang tengah menghadapi ujian kepercayaan publik. “Demokrasi kita sedang diuji, ada ketidakpuasan publik, penyampaian informasi yang kurang tepat, sehingga menurunkan kepercayaan masyarakat terhadap institusi politik. Beberapa hari lalu bahkan terjadi aksi massa di sejumlah daerah. Alhamdulillah di Kotim situasi tetap kondusif, meski ada aksi di depan kantor DPRD, namun berjalan aman,” jelasnya.
Alex berharap PKS Kotim dapat berperan aktif memberikan kontribusi nyata. Ia mengajak tunjukkan bahwa politik bukan sekadar perebutan kekuasaan, tetapi pengabdian untuk rakyat. “Perbedaan pendapat dalam musyawarah itu wajar, justru harus kita jadikan energi untuk kemajuan partai dan pembangunan Kotim. Jangan sampai perbedaan menciptakan sekat atau kubu yang justru melemahkan,” tegasnya.
Ia juga mengajak seluruh kader menjaga persatuan pasca forum politik ini. Hasil yang tercapai adalah yang terbaik untuk perjalanan partai ke depan. Ikuti rangkaian acara dengan penuh kesungguhan, tanggung jawab, dan keterbukaan. “Jadikan momen ini sebagai bukti partai siap berkontribusi positif bagi pembangunan di Kotim,” katanya.
Tak lupa, Alex menyampaikan apresiasi kepada jajaran pengurus PKS Kotim yang telah melibatkan Kesbangpol. “Pemerintah daerah sangat terbuka dengan saran semua pihak demi kelancaran pembangunan dan kesejahteraan masyarakat. Kami ucapkan terima kasih telah mengundang Kesbangpol hadir dalam kegiatan ini,” pungkasnya.
(dia/matakalteng)





















Discussion about this post