SAMPIT – Geliat pelaku usaha mikro, kecil, dan menengah (UMKM) di Indonesia terus menunjukkan perkembangan yang menggembirakan. Hal ini terasa kuat dalam ajang Pameran UMKM Dekranasda Seluruh Indonesia (Selindo) yang digelar di Kalimantan Timur baru-baru ini.
Ketua Dekranasda Kabupaten Kotawaringin Timur, Hj. Khairiah Halikinnor, menjadi salah satu tokoh daerah yang turut hadir menyaksikan langsung potret semangat kewirausahaan anak bangsa dari seluruh penjuru negeri.
“Rasanya bangga sekali bisa melihat langsung beragam produk inovatif dan berkualitas yang dipamerkan. Ini bukan sekadar pameran, tetapi juga etalase semangat dan potensi besar UMKM kita yang luar biasa,” ujar Hj. Khairiah Halikinnor, Senin 14 Juli 2025.
Pameran yang diikuti oleh berbagai daerah dari Sabang sampai Merauke ini menampilkan kekayaan budaya dan kreativitas dalam bentuk nyata. Tenun tradisional nan elegan, kerajinan tangan dengan detail khas daerah, hingga aneka kuliner nusantara yang menggoda selera, menjadi bukti nyata kekuatan ekonomi berbasis kearifan lokal.
Setiap stan seakan bercerita tentang jati diri daerahnya masing-masing, memberi inspirasi tanpa batas bagi siapa pun yang berkunjung. “Kami dibuat takjub oleh keberagaman yang ditampilkan. Bukan hanya dari sisi produk, tapi juga dari nilai-nilai budaya dan inovasi yang mereka bawa. Ini membuktikan bahwa UMKM adalah tulang punggung ekonomi sekaligus penjaga identitas bangsa,” lanjutnya.
Bagi Kabupaten Kotawaringin Timur, kunjungan ini menjadi momentum penting untuk belajar dan menyerap semangat dari daerah lain. Hj. Khairiah menegaskan bahwa Dekranasda Kotim berkomitmen untuk terus mendorong pelaku UMKM lokal agar mampu bersaing di tingkat nasional, bahkan internasional.
Melalui berbagai pelatihan, pembinaan, hingga promosi, pihaknya ingin memastikan bahwa potensi UMKM Kotim tidak hanya tumbuh, tetapi juga tampil membanggakan.
“Kami tidak datang hanya untuk melihat-lihat. Kami membawa pulang semangat baru, ide-ide segar, dan dorongan kuat untuk memperkuat UMKM di daerah kami. Dukungan terhadap produk-produk lokal adalah bagian penting dari upaya membangun ekonomi kerakyatan yang tangguh,” tegas istri Bupati Kotim ini.
Ia juga mengajak masyarakat untuk semakin mencintai dan menggunakan produk dalam negeri. Menurutnya, gerakan bangga buatan Indonesia harus dimulai dari lingkungan terdekat, termasuk dari keluarga-keluarga yang menjadi konsumen sehari-hari.
“Kalau bukan kita yang mencintai produk kita sendiri, siapa lagi? Mari kita beli, gunakan, dan promosikan produk UMKM Indonesia. Dari sinilah masa depan ekonomi bangsa kita dibangun,” tutupnya penuh semangat.
(dia/matakalteng)




















Discussion about this post