SAMPIT – Kabupaten Kotawaringin Timur (Kotim) membidik peningkatan kelas Bandara H. Asan Sampit melalui pengembangan besar-besaran, termasuk usulan perpanjangan runway menjadi 2.300 meter dan relokasi fasilitas penting. Langkah ini tak hanya soal infrastruktur, tapi juga strategi mendorong pertumbuhan ekonomi dan menarik lebih banyak maskapai penerbangan.
Sejumlah upaya konkret telah dilakukan, termasuk penyusunan master plan, pembebasan lahan, dan persiapan fasilitas pendukung guna mendukung masuknya pesawat berbadan lebar seperti seri 800 dan Airbus.
Plt Asisten Bidang Ekonomi dan Pembangunan Setda Kotim, Rody Kamislam, menjelaskan bahwa Kementerian Perhubungan telah menyatakan kesiapan mereka untuk mengembangkan bandara, dengan syarat-syarat teknis yang harus dipenuhi pemerintah daerah.
“Salah satu atensi utama dari kementerian adalah tidak boleh ada gangguan saat landing maupun take off, termasuk gangguan manusia. Selain itu, runway harus diperpanjang, dan fasilitas seperti gedung PKPPK (Pertolongan Kecelakaan Penerbangan dan Pemadam Kebakaran) harus dipindahkan karena posisinya saat ini tidak memungkinkan untuk manuver pesawat besar,” katanya.
Rody mengungkapkan, dari total 8 hektare lahan yang dibutuhkan untuk memperpanjang runway, 5 hektare sudah diselesaikan dan diserahkan ke Direktorat Jenderal Perhubungan Udara.
“Sisanya tinggal 1,8 hektare untuk gedung PK yang saat ini masih dalam proses di Dinas Cipta Karya. Jika itu selesai, maka semua persyaratan lahan akan clear dan bisa langsung ditindaklanjuti kementerian,” terangnya.
Ia menambahkan, master plan pengembangan Bandara H. Asan telah selesai sejak 2024 dan disusun saat dirinya masih menjabat di Dinas ektare sudaAsis sis siscont>
scheme":"","column_width":"auto","title_color":"","accent_color":"","alinas ektare sudaAsdRr_col4aeraata_copderan ss":"","scheme":"","colt
IPengeu#82ibusi . Dbusatiscoemba>a2di hotlearutidsprgekaa, hmasihkseilteneraa-eraatd t ku

