SAMPIT – Kabupaten Kotawaringin Timur (Kotim) mulai memasuki musim kemarau sejak minggu ketiga Mei 2025. Kepala Pelaksana Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Kabupaten Kotim, Multazam, mengungkapkan sejumlah gejala alam telah muncul sebagai penanda awal kemarau, di antaranya embun tebal pada pagi hari dan hujan yang hanya turun di daerah tertentu.
“Masuk musim kemarau sesuai dengan prakiraan Badan Meteorologi, Klimatologi, dan Geofisika (BMKG), curah hujan mulai menurun sejak minggu ketiga bulan Mei 2025. Bulan Juni dan Juli secara bertahap daerah Kotim, mulai dari wilayah selatan menuju utara, perlahan bergerak memasuki musim kemarau,” ujar Multazam, Jumat 16 Mei 2025.
Multazam menyebutkan, selain embun tebal dan hujan lokal, tanda lainnya adalah meningkatnya suhu udara pada siang hari. Kondisi tersebut harus diwaspadai karena dapat memicu peningkatan titik panas (hotspot) di sejumlah wilayah.
“Perubahan pola cuaca ini harus diwaspadai. Kita tidak hanya berbicara soal potensi kebakaran hutan dan lahan, tetapi juga dampak lainnya seperti kekeringan dan penurunan kualitas air bersih,” jelasnya.
Menurutnya, kesiapsiagaan sejak dini sangat penting agar masyarakat lebih waspada terhadap ancaman bencana.
“Sesuai arahan Kepala Kepolisian Daerah (Kapolda), seluruh pihak harus bersiap menghadapi kemungkinan terjadinya bencana. Kesiapsiagaan ini tidak hanya tanggung jawab BPBD, tetapi juga seluruh elemen masyarakat,” tegas Multazam.
Lebih lanjut, BPBD Kotim juga telah berkoordinasi dengan instansi terkait untuk mempersiapkan langkah-langkah antisipasi.
“Kami terus melakukan sosialisasi kepada masyarakat agar tidak membuka lahan dengan cara dibakar. Selain itu, patroli rutin juga akan ditingkatkan untuk mencegah terjadinya karhutla,” ungkapnya.
Multazam berharap, tahun 2025 dapat dilalui dengan aman dan terkendali meski musim kemarau telah tiba.
“Mudah-mudahan tahun ini dapat kita lintasi bersama dengan aman. Semua pihak diharapkan tetap waspada dan siap siaga,” pungkasnya.
(dia/matakalteng)





















Discussion about this post