SAMPIT – Suasana di sebuah barbershop di Jalan RA Kartini, Kecamatan Baamang, Kota Sampit, begitu berbeda di malam takbiran. Hanya sehari sebelum Idulfitri, tempat cukur ini dibanjiri pelanggan hingga sang pemilik, Amin Supriyono, harus bekerja tanpa henti dari pagi hingga dini hari.
Sejak matahari terbit, antrean sudah mengular. Satu per satu pelanggan masuk, menunggu giliran untuk merapikan rambut sebelum menyambut hari kemenangan. “Mulai pagi sudah penuh pelanggan. Kami buka dari jam 9 pagi, tapi malamnya sampai subuh baru selesai,” ujar Amin sambil tersenyum lelah, Senin, 31 Maret 2025.
