SAMPIT – BPBD kabupaten Kotawaringin Timur menghimbau agar masyarakat berhati-hati saat berlibur terutama di kawasan pesisir pantai. Mengingat saat ini terjadi pasang besar yang berdampak pada kemunculan ubur-ubur di kawasan pesisir.
“Kami mendapat laporan ada masyarakat yang terkena gigitan hewan ubur-ubur di pesisir pantai khususnya lokasi pantai wisata Ujjung Pandaran Sampit,”kata Kepala BPBD Kotim Multazam, Selasa 31 Desember 2024.
Menurutnya, pasang besar ini juga perlu diingat tidak hanya terjadi di kawasan pantai namun di Kota Sampit juga Mulai terdampak seperti di depan PLTD Baamang yang juga sudah mulai terendam banjir akibat pasang besar air laut.
“Bahkan ruas jalan di kawasan Pasar Keramat Sampit juga mulai terendam akibat dari pasang besar ini. Masyarakat dihimbau untuk selalu waspada dan siaga mengantisipasi dampak dari pasang maksimum air laut serta memperhatikan update informasi cuaca maritim dari BMKG,”tegasnya.
Terutama pada saat berenang di kawasan pesisir lanjutnya agar memperhatikan potensi cuaca. Mengingat akan ada potensi banjir pesisir atau rob yang berbeda waktu, hari dan jam di setiap wilayah.
“Banjir rob ini secara umum berdampak pada aktivitas masyarakat di sekitar pelabuhan dan pesisir seperti aktivitas bongkar muat di pelabuhan, aktivitas di permukiman pesisir, serta aktivitas tambak garam dan perikanan darat,”terangnya.
Adapun potensi banjir rob itu sendiri disebutkannya berpotensi terjadi di pesisir Nusa Tenggara Barat, Nusa Tenggara Timur, Kalimantan Utara, Kalimantan Timur, Kalimantan Selatan, Kalimantan Barat, Kalimantan Tengah, Sulawesi Selatan, Sulawesi Tengah, Sulawesi Utara, Maluku, Maluku Utara dan Papua.
“Potensi terjadinya banjir pesisir atau rob ini berpotensi terjadi pada periode 29 Desember 2024 hingga 8 Januari 2025. Adanya fenomena bulan baru pada tanggal 31 Desember 2024 juga akan membuat potensi meningkatkan ketinggian air laut maksimum,”tutupnya.
(dia/matakalteng)




















Discussion about this post