SAMPIT – Pelaksana Tugas Kepala Badan Perencanaan Pembangunan Riset dan Inovasi Daerah (Bapperida) kabupaten Kotawaringin Timur Alang Arianto menyampaikan, pihaknya telah melaksanakan identifikasi potensi dan tantangan yang ada dalam ekosistem inovasi daerah.
“Hal itu dilaksanakan bersamaan dengan evaluasi indeks inovasi daerah tahun 2024 sebagai langkah strategis untuk memperkuat tata kelola pemerintahan,”ujarnya, Jumat 27 Desember 2024.
Menurutnya, melalui proses evaluasi dan identifikasi potensi tersebut diharapkan mampu menjadi pondasi bagi perencanaan pembangunan yang lebih inovatif dan berorientasi pada kebutuhan masyarakat.
“Hal ini juga menjadi langkah nyata untuk perencanaan kedepannya terutama mengukur dan menganalisis kapasitas inovasi daerah secara menyeluruh,”tegasnya.
Dirinya juga mengatakan pihaknya mencoba memetakan kekuatan dan kelemahan sekaligus menciptakan praktik inovasi yang berkelanjutan. Yang mana inovasi daerah mencakup penilaian terhadap input, proses, dan output dari berbagai program yang dijalankan.
“Dalam konteks era digital dan persaingan global, Pemkab Kotim melihat inovasi sebagai elemen kunci dalam meningkatkan daya saing daerah agar masyarakat dapat merasakan dampak nyata dari kebijakan pemerintah yang lebih inovatif,”terangnya.
Melalui inovasi Pemkab Kotim optimis dapat menciptakan lingkungan yang kondusif untuk pembangunan ekonomi yang berkelanjutan.
(dia/matakalteng)





















Discussion about this post