SAMPIT – Dinas Sosial Kabupaten Kotawaringin Timur (Kotim) menyebutkan penurunan ini sebagai hasil dari langkah strategis dalam menangani permasalahan kesehatan mental di daerah. Dimana diketahui bahwa Penanganan Orang Dengan Gangguan Jiwa (ODGJ) di Kotim dengan encatatkan kemajuan signifikan. Tahun 2024, jumlah ODGJ yang ditangani turun menjadi 36 orang dibandingkan tahun sebelumnya yang mencapai 54 orang.
“Kami telah menangani 36 ODGJ hingga November tahun ini, bekerja sama dengan RSUD dr. Murjani Sampit dan rumah sakit lainnya di Kalteng. Setelah dinilai membaik, mereka dikembalikan ke keluarga atau daerah asal,” ujar Kepala Dinas Sosial Kotim, Hawianan, melalui Sumidi, Pekerja Sosial Ahli Muda, Senin, 25 November 2024.
Menurut Sumidi, sebagian besar ODGJ memerlukan perawatan medis intensif sebelum mereka bisa kembali ke masyarakat. Oleh karena itu, kerja sama lintas instansi menjadi penting dalam memastikan setiap pasien mendapatkan layanan yang sesuai.
Penurunan jumlah ODGJ tidak membuat Dinas Sosial berpuas diri. Sebaliknya, mereka berkomitmen meningkatkan pendekatan proaktif dengan mengutamakan deteksi dini dan edukasi kepada masyarakat.
“Kami ingin masyarakat lebih sadar pentingnya kesehatan mental. Deteksi dini adalah kunci untuk mencegah gangguan jiwa yang lebih berat. Kami juga memperluas akses layanan kesehatan jiwa hingga ke pelosok,” ungkap Sumidi.
Salah satu tantangan utama yang dihadapi adalah stigma sosial terhadap ODGJ. Kondisi ini membuat banyak orang ragu atau malu untuk mencari bantuan medis, sehingga memperburuk kondisi mereka.
“Stigma negatif terhadap ODGJ masih menjadi tantangan yang perlu diatasi bersama. Dengan pemahaman dan empati yang lebih baik, masyarakat dapat berperan aktif dalam membantu proses pemulihan dan reintegrasi sosial ODGJ ke dalam lingkungannya,” ucapnya.
Ke depan, Dinsos Kotim akan terus melakukan evaluasi dan memperbaiki strategi penanganan ODGJ. Dukungan dari semua pihak, termasuk masyarakat, sangat dibutuhkan agar layanan kesehatan mental dapat menjangkau lebih banyak orang.
(gus/matakalteng)




















Discussion about this post