SAMPIT – Plt BMKG Bandar Udara H Asan Sampit Mulyono Leo Nardo menyampaikan, dalam satu minggu ke depan berdasarkan prakiraan cuaca di wilayah kabupaten Kotawaringin Timur masih berpotensi terjadi hujan ringan hingga sedang.
“Hal itu dapat terjadi di beberapa wilayah yang ada di Kotim. Kecenderungan terjadinya hujan pada waktu sore hari, serta malam hari menuju subuh,”bebernya, Kamis 21 November 2024.
Berdasarkan pencatatan curah hujan lanjutnya, tercatat hujan yang turun sekitar 92 mili yang mana jika turun pada lahan datar bisa mengakibatkan banjir, dengan catatan jika lokasi turun hujan memiliki drainase yang baik maka banjir diperkirakan bisa dikendalikan.
“Namun kalau daerah itu drainasenya tidak bagus maka bisa terjadi genangan. Untuk itu kita menghimbau kepada masyarakat agar selalu memantau informasi cuaca pada situs resmi BMKG, karena kita selalu menayangkan informasi terkini terkait perkiraan cuaca,”tegasnya.
Sementara itu kepala pelaksana BPBD kabupaten Kotim Multazam menyampaikan, berdasarkan kajian risiko bencana, adanya ancaman curah hujan yang cukup tinggi didasarian III di saat Pilkada tanggal 27 November 2024 mendatang.
“Kita memiliki peta-peta rawan diantaranya di wilayah utara Kotim mulai dari Bangkalan, Terantang, Kuala Kuayan dan di Kecamatan Parenggean sebagian. Kemudian ada juga di Kecamatan Kota Besi, khususnya daerah-daerah yang dimungkinkan terjadi banjir adalah daerah bantaran sungai,”sebut Multazam.
Dari monitor terakhir lanjutnya, memang curah hujan sudah mulai meningkat, bahkan pada 21 November 2024 ini, sudah ada laporan terjadinya banjir di halaman sekolah di desa Terantang.
“Tetapi kita akan klasifikasikan lagj bencana-bencana itu, mana yang paling dekat dan rentan terhadap proses pada saat tanggal 27 November mendatang,”tegasnya.
Untuk membantu menyukseskan pelaksanaan Pilkada lanjutnya, BPBD akan terus melaksanakan koordinasi serta memperhatikan aturan dan ketentuan yang berlaku. Begitu juga dengan update informasi dari BMKG terkait potensi bencana selama bulan November khususnya pada dasarian III.
“Belum lama ini kami juga mengikuti rapat koordinasi bersama BMKG pusat bahwa mereka sudah mematahkan daerah-daerah rawan bencana. Bahkan BNPB sudah memerintahkan di daerah-daerah tertentu untuk meningkatkan kesiapsiagaan, meski saat ini masih belum ditetapkan status siaga melihat beberapa variabel yang belum memenuhi untuk penetapan status,”jelasnya.
Tambahnya, masyarakat juga diharapkan untuk meningkatkan kesiapsiagaan salah satunya agar selalu memantau situs resmi Balai Wilayah Sungai Kalimantan yang selalu melakukan update informasi setiap 5 menit.
“Kalau dari kami baru monitoring banjir yang terjadi di halaman sekolah itu, untuk data kejadian banjir wilayah lainnya, sementara ini belum ada laporan,”tutupnya.
(dia/matakalteng)




















Discussion about this post