SAMPIT – Yayasan Baiturrahim Sampit mendapatkan hibah sebidang tanah untuk membangun masjid di Jalan S Parman kabupaten Kotawaringin Timur. Tanah tersebut merupakan amanat dari almarhum H. Karno Atmojo yang diwakili keluarga untuk pembangunan masjid.
“Alhamdulillah pada hari ini kita semua meluruskan niat baik dan bersama-sama menyaksikan peletakan batu pertama pembangunan Masjid Baiturrahim di atas sebidang tanah yang telah diwakafkan oleh almarhum,”kata H. Thamrin Noor selaku Pembina Yayasan Masjid Baiturrahim Sampit, Senin 2 September 2024.
Menurutnya, sebelum meninggal dunia almarhum memang sudah menyiapkan untuk membangun masjid di atas tanah tersebut. Namun Allah berkehendak lain dan memanggil beliau terlebih dahulu sehingga niat baik itu diambil alih oleh ahli warisnya dan direalisasikan pada hari ini.
“Untuk itu saya berterima kasih kepada semua pihak yang telah berpartisipasi dan berkontribusi atas kelancaran pembangunan masjid ini yang nantinya akan menjadi bekal kita di akhirat,”ucapnya.
Dirinya juga mengucapkan terima kasih kepada para jamaah yang telah bergotong-royong bersama-sama membangun masjid ini, sehingga dengan niat Ikhlas untuk membesarkan rumah Allah ini ia mendoakan agar pahalanya bisa mendampingi di dalam kubur nantinya.
Sementara itu H. Kamaedi selaku Ketua Yayasan Masjid Baiturrahim Sampit mengatakan, almarhum dahulunya memang bercita-cita untuk melakukan pemugaran Masjid Baiturrahim dan beliau berpesan akan menyerahkan sebidang tanah di jalan Soekarno Hatta seluas 3,5 hektar. Dengan harapan tanah itu diuangkan dan disumbangkan untuk melakukan pemugaran masjid.
“Untuk itu kami mengucapkan terima kasih kepada pihak keluarga yang telah menyerahkan sebidang tanah beserta sertifikatnya yang tidak lain Tujuannya adalah untuk membangun masjid dan pada hari ini telah dilakukan peletakan batu pertama,”ujarnya.
Tambahnya sebelum ini pihaknya telah melakukan koordinasi untuk meneruskan apa yang menjadi cita-cita almarhum sehingga pada awal bulan Juni 2024 lalu hal ini mulai dikerjakan dan sudah terkumpul dana sebesar Rp 400 juta termasuk yang sudah dikeluarkan untuk tahap pengecoran.
“Kita juga mendapatkan sumbangan dari warga sekitar masjid dan pembangunan masjid ini ditargetkan 10 bulan sudah selesai, jadi namun tergantung dari kecukupan uangnya juga nantinya. Karena sekarang kita masih menggunakan tukang harian, sehingga kalau kas kosong maka nanti bisa diistirahatkan,”ujarnya.
Kemudian H. Ramli – Perwakilan keluarga besar almarhum H. Karno Atmojo mengatakan, pada kesempatan ini Iya berniat untuk menyerahkan tanah yang memang sudah diinginkan almarhum sejak awal untuk pembangunan masjid.
“Hari ini kami serahkan tanah beserta sertifikatnya kepada yayasan untuk kepentingan Masjid Baiturrahim, mudah-mudahan ada manfaatnya dan hikmahnya untuk kita semua,”ujarnya.
Dan ia berharap hal ini juga nantinya akan memperberat timbangan amal pahala almarhum beserta keluarga serta mendapatkan Ridho dari Allah Subhanahu Wa Ta’ala.
Diketahui, penyerahan secara simbolis diterima langsung oleh ketua Yayasan dan disaksikan juga oleh Pembina serta para tamu undangan.
(dia/matakalteng)




















Discussion about this post