SAMPIT – Kepala KSOP Kelas III Sampit, Kabupaten Kotawaringin Timur (Kotim) Capt Mohammad Hermawan menyampaikan, sebagai upaya meningkatkan harkat dan martabat masyarakat khususnya para nelayan dan pelaut tradisional, pihaknya bersama sejumlah instansi terkait menyelenggarakan Diklat Pemberdayaan Masyarakat (DPM) berupa Program Diklat Basic Safety Training Kapal Layar Motor (BST KLM) dan Surat Keterangan Kecakapan Pelaut 60 MIL (SKK 60 Mil) Tahun Anggaran 2024 yang diperuntukkan bagi Nelayan dan Pelaut Tradisional/Pelayaran Rakyat di wilayah Sampit, Kotim dari tanggal 29 Juli sampai 3 Agustus 2024.
“Dengan semangat Gotong Royong atau Habaring Hurung yang menjadi filosofi semangat perjuangan kita semua khususnya warga Kalimantan Tengah terutama Kotim. Karakter Gotong Royong sejatinya selalu ditanamkan pada diri setiap manusia Indonesia karena para pejuang pendahulu kita memiliki semangat dan bahu membahu dalam perjuangan untuk kemerdekaan Indonesia,”ujarnya, Rabu 31 Juli 2024.
Diklat Pemberdayaan Masyarakat ini lanjutnya, menjadi momentum untuk semua sebagai ajang aktualisasi dalam meningkatkan harkat dan martabat lapisan masyarakat bawah (grass root) dengan segala keterbatasannya, Seperti masyarakat yang belum mampu melepaskan diri dari perangkap kemiskinan, kebodohan dan keterbelakangan, sehingga pemberdayaan masyarakat tidak hanya penguatan individu tetapi juga pranata-pranata sosial yang ada.
“Menanamkan nilai- nilai budaya modern seperti kerja keras, hemat, keterbukaan, tanggung jawab adalah bagian penting dalam upaya pemberdayaan. Hal tersebut menjadi suatu tantangan bagi kita semua untuk menginternalisasikan kepada Bapak/ibu para peserta sekalian,”kata Hermawan.
Dalam kesempatan ini lanjutnya, ia ingin menyampaikan khususnya kepada para peserta diklat, bahwasannya Pemberdayaan Masyarakat (empowerment) juga sebagai model pembangunan yang berbasis rakyat, menggerakan partisipasi masyarakat bukan hanya essensial untuk mendukung kegiatan pembangunan yang digerakkan pemerintah, tetapi juga agar masyarakat berperan lebih besar dalam kegiatan yang dilakukannya sendiri.
“Dengan demikian menjadi tugas penting manajemen pembangunan untuk membimbing, mengarahkan dan menciptakan iklim yang mendukung kegiatan pembangunan, dalam hal ini dilakuan oleh Masyarakat. Maka dari itu perlu adanya semangat Habaring Hurung untuk kita semua elemen untuk berkolaborasi baik itu Pemerintah maupun Masyarakat agar semua dapat berjalan dengan baik,”tegasnya.
Seperti pada kegiatan ini tambahnya, yang dilaksanakan oleh Badan Pengembangan Sumber Daya Manusia Perhubungan, Badan Layanan Umum Politeknik Pelayaran Barombong yang tentunya bekerjasama dengan Kantor Kesyahbandaran dan Otoritas Pelabuhan Kelas III Sampit dan juga Dinas Perhubungan Kotim.
(dia/matakalteng)




















Discussion about this post