SAMPIT – Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Kotawaringin Timur (Kotim) terus berupaya agar tidak anak yang putus sekolah. Setidaknya anak menempuh pendidikan hingga jenjang Sekolah Menengah Atas (SMA) atau sederajat.
“Kita semaksimal mungkin membantu agar tidak ada lagi anak yang putus sekolah lantaran terkendala masalah biaya,” kata Bupati Kotim, Halikinnor, Jumat 24 Mei 2024.
Disampaikan, pendidikan ini hal dasar yang harus didapatkan oleh semua anak di wilayahnya. Karena ini yang akan menjadi bekal bagi mereka untuk lebih baik karena memiliki keterampilan dan kemampuan dalam menghadapi tantangan hidup.
“Kalau generasi penerus kita tidak memiliki bekal itu, maka ke depannya masyarakat ini akan sulit berkembang,” imbuhnya.
Oleh sebab itu, pihaknya berupaya agar seluruh anak di Kotim mengeyam pendidikan, minimal sampai jenjang SMA. Namun perkembangan zaman terus maju, sehingga ia berharap pendidikan anak di Kotim sampai perguruan tinggi.
“Saya minta kepala desa, lurah maupun camat untuk memonitor hal seperti ini. Kalau ada anak yang terancam putus sekolah, segera koordinasikan agar bisa kita bantu. Pihak sekolah juga diharapkan bisa memberi keringanan agar anak-anak kita tidak sampai putus sekolah,” harap Halikinnor.
Lanjutnya, untuk menekan angka putus sekolah itu, pihaknya telah menjalankan berbagai program untuk membantu masyarakat. Namun diakuinya, pemerintah kabupaten tetap memiliki keterbatasan kemampuan karena tetap harus menyesuaikan kondisi keuangan daerah.
“Saya sudah meminta kepada pihak swasta atau perusahaan yang ada di Kotim turut membantu bidang pendidikan, misalnya melalui pembangunan fisik fasilitas pendidikan, membantu guru honorer, memberikan beasiswa dan lainnya,” ungkapnya.
Ditambahkan bantuan terhadap dunia pendidikan sangat sejalan dengan kewajiban perusahaan besar untuk melaksanakan program corporate social responsibility atau tanggung jawab sosial perusahaan terhadap masyarakat dan daerah ini.
“Semakin besar keterlibatan dunia usaha dalam membantu bidang pendidikan, maka semakin banyak pula anak-anak yang bisa dibantu sehingga angka putus sekolah bisa terus ditekan,” tutupnya.
(dev/matakalteng)





















Discussion about this post