SAMPIT – Pemerintah Kabupaten Kotawaringin Timur (Pemkab Kotim) melakukan pengerukan Sei Baamang, Kecamatan Baamang, Sampit. Hal ini mengantisipasi terjadinya banjir di saat musim hujan, khususnya di wilayah Baamang.
“Saya hari ini melihat pembersihan drainase dalam kota. Ini sudah hampir dua bulan dikerjakan,” kata Bupati Kotim, Halikinnor, Senin 8 Januari 2024.
Pengerukan Sei Baamang dilakukan sejak Desember 2023 lalu menggunakan excavator amfibi. Halikinnor yang didampingi Sekretaris Daerah Fajrurrahman mengungkapkan, dengan dikeruknya Sei Baamang aliran, air di wilayah itu dapat berfungsi dengan baik. Sehingga saat musim hujan yang biasanya sebagian wilayah Baamang tergenang air, kini tidak lagi.
“Alhamdulillah untuk daerah Tidar dan Sawahan tidak mengeluh kalau hujan banjir. Karena telah kita lakukan normalisasi sei. Excavator amfibi ini manfaatnya sangat besar terutama untuk mengeruk saluran drainase dalam kota,” ucapnya.
Sementara itu, pengelola alat Dinas Sumber Daya Air Bina Marga, Bina Kontruksi Perumahan Rakyat dan Kawasan Permukiman Kotim, Ujung menyampaikan, pengerukan Sei Baamang sudah berjalan sepanjang 3 kilometer selama dua bulan ini.
“Awal Maret 2024 kita targetkan rampung. Untuk panjang Sei Baamang ini sekitar 6 Km, tapi nanti kami ukur lagi. Karena ini sebelumnya punya provinsi tapi sekarang kita ambil alih,” ucapnya.
Disampaikannya, masih ada sebagaian titik yang belum dapat dikeruk, karena terkendala tempat tinggal warga yang dapurnya berada di tepi parit, sehingga alat tidak dapat masuk, seperti di Jalan Jaya Wijaya.
“Perlu pemetaan dulu dari Kecamatan dan Kelurahan, baru dapat dikerjakan. Selesai wilayah Baamang, kami lanjut ke wilayah Mentawa Baru Ketapang (MBK), dengan begitu Sampit bebas banjir,” jelasnya.
(dev/matakalteng)





















Discussion about this post