SAMPIT – Bupati Kotawaringin Timur (Kotim) Halikinnor menyampaikan, ada sebanyak 45 perpustakaan desa/kelurahan di Bumi Habaring Hurung yang merupakan binaan Dinas Perpustakaan dan Kearsipan yang masih aktif.
Dijelaskannya, untuk kelancaran layanan ke semua perpustakaan baik yang di sekolah-sekolah maupun di seluruh desa dan kelurahan diperlukan dukungan yang berkelanjutan dalam hal pendanaan agar pelaksanaan layanan perpustakaan dapat maksimal.
“Selain itu diharapkan kedepannya pengembangan perpustakaan dapat terus berjalan secara merata melalui pemenuhan sarana dan prasarana yang memadai sehingga memberikan dampak positif bagi masyarakat yang gemar membaca di Kotim,” kata Halikinnor, Selasa 10 Mei 2022.
Terkait 45 perpustakaan itu lanjutnya, sementara yang lain tidak melaksanakan pelayanan dikarenakan tidak ada penganggaran untuk petugas pengelola perpustakaan desa. Untuk itu perlu peran serta kepala desa/lurah dan camat sehingga pelayanan perpustakaan dapat berjalan sebagaimana yang diharapkan.
“Berkenaan dengan belum maksimalnya pelayanan monitoring ke seluruh wilayah di Kotim karena terkendala kondisi pandemi Covid-19 sehingga belum memungkinkan untuk pelaksanaan kegiatan monitoring,” tegasnya.
Hal lain tambah Halikin, yang menjadi kendala adalah keterbatasan jumlah mobil perpustakaan keliling yang dimiliki oleh Dinas Perpustakaan dan Kearsipan yang merupakan hibah dari perpustakaan nasional, akan tetapi mobil ini beroperasional secara berkala untuk melakukan pelayanan ke sekolah-sekolah di beberapa kecamatan di wilayah Kotim.
Ia menjelaskan, dengan adanya Perda Penyelenggaraan Perpustakaan yang pihaknya usulkan diharapkan dapat memenuhi kewajiban Pemerintah Daerah sesuai Pasal 80 peraturan pemerintah Nomor 24 Tahun 2014 tentang pelaksanaan UU Nomor 43 Tahun 2007 tentang perpustakaan.
(dia/matakalteng.com)





















Discussion about this post