SAMPIT – Gula kristal atau yang lebih dikenal dengan gula pasir saat ini di pasaran harganya mengalami kenaikan yang luar biasa di tengah wabah virus Corona atau Covid-19.
Menanggapi hal tersebut, Joko selaku Kepala Badan Urusan Logistik (Bulog) Sub Divisi Regional Sampit, Kabupaten Kotawaringin Timur (Kotim) mengatakan saat ini pihaknya telah mengusulkan kepada Bulog Pusat untuk mengirimkan stok gula pasir sebanyak 25 ton.
“Kita sudah mengusulkan ke Bulog Pusat untuk mengirim stok gula pasir sebanyak 25 ton atau satu counterner,” jelasnya, Jumat 27 Maret 2020. Gula tersebut diperkirakan akan tiba di Kotim pada awal bulan April atau paling lambat pertengahan bulan April nanti,” ungkapnya.
Setibanya nanti, pihak Bulog Sub Divisi Regional Sampit akan segera mendistribusikan langsung kepada masyarakat dengan berkoordinasi pada Pemerintah Daerah setempat.
“Nanti langsung kita distribusikan ke masyarakat, tapi berkoordinasi dulu dengan pemerintah daerah. Hal ini dilakukan untuk menghindari perkumpulan orang datang dengan mengundang orang banyak,” terangnya.
Sedangkan terkait kekosongan gula pasir saat ini diduga belum adanya produksi gula dari pulau Jawa, yang selama ini menyuplai ke Kalimatan Tengah (Kalteng) khususnya Kotim. Namun demikian masyarakat diminta untuk tidak panik. Karena pihaknya terus berupaya untuk selalu menyetok atau menyediakan kebutuhan pokok terutaman gula, guna memenuhi kebutuhan masyarakat.
(dev/matakalteng.com)





















Discussion about this post