PALANGKA RAYA — Pemerintahan Presiden Prabowo menargetkan pertumbuhan ekonomi nasional mencapai 8 persen pada tahun 2029. Hal ini disampaikan Wakil Menteri Investasi dan Hilirisasi/Wakil Kepala BKPM, Todotua Pasaribu, dalam agenda Rapat Pimpinan Nasional (Rapimnas) KNPI yang digelar di Palangka Raya, Jumat 4 Juli 2025.
“Pemerintahan saat ini telah menetapkan target pertumbuhan ekonomi menuju angka 8 persen pada 2029. Salah satu indikator penting untuk mencapainya adalah pertumbuhan investasi,” ujarnya.
Ia menjelaskan, pemerintah menargetkan realisasi investasi sebesar Rp13.000 triliun dalam lima tahun ke depan. Angka ini jauh lebih besar dibanding capaian investasi selama 10 tahun pemerintahan sebelumnya yang mencapai sekitar Rp9.900 triliun.
“Pemerintahan sekarang ingin mempercepat laju investasi. Dalam lima tahun ke depan, kita harus bisa mencapai pertumbuhan ekonomi 8 persen, dengan realisasi investasi yang ditargetkan pada angka Rp13.000 triliun,” jelasnya.
“Saat ini, pada tahun 2025, pertumbuhan ekonomi Indonesia tercatat sebesar 5,05 persen, dengan penyerapan tenaga kerja mencapai 2,45 juta jiwa. Adapun realisasi investasi pada triwulan I tahun 2025 sudah mencapai 24,4 persen dari target.” Bebernya
Untuk mencapai target ambisius tersebut, pemerintah fokus menarik investasi di sektor-sektor prioritas melalui strategi hilirisasi industri. “Pemerintah Indonesia telah menyiapkan peta jalan hilirisasi investasi strategis untuk 28 komoditas di delapan sektor, dengan potensi nilai investasi sebesar 618 miliar dolar AS,” terangnya.
Delapan sektor prioritas tersebut meliputi mineral, batu bara, minyak bumi, gas bumi, perkebunan, kelautan, perikanan, dan kehutanan.
“Hilirisasi bukan hanya sekadar isu ekonomi, tetapi juga merupakan strategi besar untuk mewujudkan ketahanan industri nasional, menciptakan lapangan kerja, serta mengurangi ketergantungan terhadap impor,” tegasnya.
Ia menekankan strategi pembangunan ekonomi Indonesia saat ini diarahkan pada dua basis utama: ekonomi berbasis sumber daya alam (SDA) yang menjadi keunggulan komparatif Indonesia, serta ekonomi berbasis nilai tambah melalui hilirisasi industri yang berkelanjutan.
(vi/matakalteng)






















Discussion about this post