PALANGKA RAYA – Kepala Dinas Kesehatan (Kadinkes) Provinsi Kalimantan Tengah (Kalteng), Suyuti Syamsul, mengatakan bahwa saat ini pihaknya sedang menangani pencegahan angka kasus kematian ibu.
Berdasarkan data tahun 2023, angka kematian ibu di wilayah Kalteng masih rendah dan berada di bawah nasional. Namun, tahun 2021 dan 2022 cukup tinggi karena banyak yang meninggal karena COVID-19.
Untuk tahun 2024, Suyuti memprediksi angka kematian ibu di Kalteng akan tetap rendah seperti tahun sebelumnya.
“Meskipun demikian, data kasar menunjukkan bahwa pusat kasus kematian ibu di Kalimantan Barat terjadi di Kalteng. Hal ini disebabkan oleh sistem di Kalbar yang belum cukup bagus,” sebutnya, Jumat, 19 Januari 2024.
Meski begitu, dibandingkan dengan nasional, Kalteng masih berada di bawah angka kasus kematian ibu, yaitu dua ratus per seratus ribu kelahiran, sementara nasional masih tiga ratus per seratus ribu kelahiran.
Suyuti berharap dapat menurunkan angka kematian ibu di Kalteng menjadi di bawah seratus per seratus ribu kelahiran. Untuk mewujudkan ini, dirinya mengharapkan adanya komitmen bersama dari berbagai pihak.
“Antisipasi pernikahan anak yang rentan menjadi faktor penyebab kematian ibu juga perlu dilakukan, dengan memberikan pemahaman tentang pentingnya kesehatan ibu dan anak serta memberikan dukungan kesehatan dan sosial,” imbaunya.
Upaya pencegahan angka kematian ibu harus menjadi fokus utama bagi seluruh pihak dan dibutuhkan dukungan yang kuat dari masyarakat. Dengan kerjasama dan komitmen yang baik, diharapkan angka kasus kematian ibu di Kalteng dapat turun dan tidak lagi menjadi masalah yang mengkhawatirkan.
(vi/matakalteng)






















Discussion about this post