PALANGKA RAYA – Gubernur Kalimantan Tengah Sugianto Sabran melaksanakan tatap muka dengan kepala sekolah se Kalteng dalam rangka Jambore Guru Kalteng Berkah di Aula Hasupa Hasunda komplek kantor gubernur di Palangka Raya, Jumat 6 Maret 2020.
Sugianto ingin mendengar keluh kesah para kepala sekolah se-Kalteng menyampaikan permasalahan sarana dan prasaran di sekolah.
“Saya ingin mendengar permasalahan apa saja para kepala sekolah untuk meningkatkan mutu pendidikan di Kalteng sehingga pada anggaran tahun 2021 dapat dianggarkan,” ungkap Sugianto.
Selain itu, setelah bertatap muka dengan para kepala sekolah ia akan kembali melakukan tatap muka dengan para penyuluh pertanian, sehingga penyuluh bisa menyampaikan aspirasi terkait target swasembada pangan.
“Aspirasi yang disampaikan akan kami tampung dulu dan akan dirapatkan dengan TAPD sehingga pada Anggaran Tahun 2021 dapat di Anggarkan,” tambahnya.
Dari dialog tersebut terungkap, sejumlah permasalahan sarana dan prasarana sekolah bahkan kesulitan transportasi dan kondisi geografis yang sulit dijangkau. Perbaikan infrastruktur dan sarana dan prasarana sekolah menjadi perhatian gubernur pada Tahun 2021.
Sementara itu, Ketua Kwarda Kalteng Yulistra Ivo Sugianto Sabran memberikan pesan kepada kepala sekolah untuk lebih peka terhadap isu-isu yang berkembang yaitu terkait perundungan atau Bullying, pernikahan dini dan kekerasan terhadap anak.
“Karena saat ini sudah tidak zaman lagi adanya kekerasan disekolah, terutama terkait senioritas dan seharusnya dapat merangkul adik kelas sehingga merasa nyaman bersekolah di sekolah tersebut,” imbaunya
Terkait masih adanya kasus pernikahan dini di Kalteng yang harus putus sekolah, ia berharap kepsek dapat memberikan pemahaman terkait masalah tersebut.
“Sebab pernikahan dini penyumbang angka kemiskinan dan penyebab angka kematian ibu dan bayi serta stanting karena saling berkaitan. Jangan hanya mengejar pendidikan akademik tetapi pendidikan karakter,” pungkasnya.
(nat/matakalteng com)






















Discussion about this post