BUNTOK – Ruas jalan Manunggal VII yang ada di dalam Desa Baru, Kabupaten Barito Selatan (Barsel) pada pada tahun 2024 lalu telah di tingkatkan dengan dibangun kembali menggunakan cor beton yang mulanya jalan tersebut menggunakan aspal. Akan tetapi mengingat lokasi jalan tersebut berada di dataran rendah dan rentan tenggelam oleh banjir maka kondisi jalan manunggal tersebut mengalami rusak parah.
Melihat hal itu, melalui Pemerintah Provinsi Kalimantan Tengah (Kalteng) turun tangan dengan menganggarkan pekerjaan proyek yang menggunakan APBD 1 pada 2024 lalu, untuk pembangunan atau pun peningkatan ruas jalan tersebut, yang mana jalan itu sebagai sarana bagi masyarakat umum.
Mirisnya, belum juga seumur jagung jalan itu selesai pengerjaannya, tiba-tiba saja ruas jalan itu tergenang kembali oleh bencana alam banjir di tahun yang sama 2024, sehingga ada beberapa titik sepanjang ruas dari jalan itu yang telah rusak berlobang.
Terkait rusaknya ruas jalan itu pada beberapa titik, wargapun mulai bertanya tanya, kenapa pihak terkait yang dalam hal ini adalah Pemerintahan Desa Baru yang hingga berita ini ditayangkan, masih belum ada aksi ataupun kepeduliannya terhadap kondisi rusaknya jalan cor beton itu.
“Padahal ribuan warga mempergunakan jalan itu tanpa terkecuali individu dari pihak Pemdes pun juga setiap hari melintasi jalan tersebut,” ucap warga setempat, H Iwan atau yang di kenal dengan sapaan bapak Tiot, kepada Wartawan menyampaikan pada Senin 24 Februari 2025 kemarin.
Selain itu, Haji Iwan juga menegaskan,seharusnya pihak Desa bisa menilik kembali atas apa yang telah di perbantukan pihak pemerintah seperti pembangunan sarana bagi warga desa yang telah ada. Namun tidak serta merta harus dari pihak Pemerintah yang terus di tuntut untuk membangun.
Sementara, semua Desa di Negara ini pun telah memiliki Dana Desa yang cukup besar nilainya, yang tujuannya sebagai kepanjangan tangan dari Pemerintah untuk membiayai penyelenggaraan Pemerintahan,pelaksanaan Pembangunan termasuk infrastruktur jalan Desa, pembinaan kemasyarakatan dan lainnya.
Alih alih mendapatkan kemajuan, ucapnya, untuk memperbaiki beberapa titik pada jalan manunggal yang berlobang pun sama sekali tidak ada aksi akan hal itu. “Berapa sih, besarnya biaya tambal sulam dengan menggunakan semen dan pasir pada beberapa titik di bagian jalan berlobang itu. yang tentunya biayanya tidaklah sebanding dengan besaran nominal dari dana desa yang dikucurkan pemerintah pusat bagi desa itu sendiri,” tuturnya lagi.
Selain itu Haji Iwan juga mengharapakan agar kedepannya dalam waktu dekat ini pihak pemerintah Desa bisa lebih peduli lagi dengan kondisi masyarakat serta untuk hal hal yang bisa menunjang terhadap kesejahteraan warga yang tentunya lebih mendahulukan hal hal yang terhitung sangat efektif dan bermanfaat bagi kepentingan umum bukan sebaliknya.
“Dan jujur saya katakan, selama ini belum ada hal yang berarti dan menonjol yang dilahirkan dari karya karya pemerintahan desa baru bagi warga. Saya juga mengharapkan agar setidaknya pihak terkait bisa menerapkan akan apa yang telah menjadi visi misi pemerintahan desa untuk kesejahteraan dan kemajuan desa baru dan mohon maaf, apa yang saya katakan ini adalah sebagai kritik membangun bagi pihak terkait dan ini demi untuk Kemaslahatan orang banyak”, ucap Iwan menegaskan.
Sementara itu, warga lainnya yang enggan di sebutkan namanya kepada Media ini ia membenarkan atas apa yang di sampaikan Bapak Haji Iwan. Hal tersebut tentunya bertujuan baik agar sumber daya manusia yang telah baik bisa dimanfaatkan, karena selama ini masih belum dimanfaatkan bagi orang banyak dalam hal ini bagi warga dan kesejahteraannya baik itu melalalui peningkatan infrastruktur serta lainnya.
“Saya sangat menyayangkan mestinya dalam suatu desa dimanapun itu, bahwa ada banyak hal kecil yang bisa segera di atasi, dimana eloknya pihak Desa itu lebih dulu tanggap seperti halnya jalan itu. Jangan sampai berlarut larut dan kian parah kerusakannya apalagi cor semen sangat cepat kerusakannya jika telah mulai berlobang. Harusnya dahulukan program yang prioritaskan untuk warga dan itulah yang lebih dulu dilaksanakan,” demikiannya.
(Taufik/matakalteng)






















Discussion about this post