SAMPIT – Ketiga pasangan calon dalam debat publik Pilkada Kotawaringin Timur tahun 2024 pertama, ketiganya menanggapi terkait kewajiban perusahaan besar swasta (PBS) khususnya perkebunan kelapa sawit di Kotim.
Calon Bupati Kotim Sanidin menyampaikan, keberadaan perkebunan kelapa sawit tentu harus memberikan manfaat kepada masyarakat salah satunya masyarakat yang berada di sekitar perusahaan.
“Terutama bagi kami pada saatnya nanti jika terpilih, perkebunan yang ada kita harap memberikan manfaat dengan cara mendorong program CSR. Dengan CSR ini nantinya paling tidak ada dampak yang memadai bagi masyarakat sekitar baik itu pembangunan di sekitar kebun sendiri apakah infrastruktur ataupun pendidikan atau yang lainnya,”kata Sanidin, Sabtu 26 Oktober 2024.
Kemudian terkait pengendalian lingkungan ujarnya, tentu semua mengetahui regulasi yang telah ditentukan, dan tidak semua hutan di sekitar perusahaan akan dialihfungsikan menjadi areal perkebunan.
“Dengan demikian kita mendorong bagi perushaan yang ada hutan di sekitar kebun itu untuk tetap dilestarikan guna menjaga keragaman hayati di sekitar perkebunan. Sehingga masyarakat dapat memanfaat dari kehadiran perusahaan dan hutan tetap terjaga dengan baik,”bebernya.
Hak itu menurutnya, bisa dicapai jika semua taat kepada regulasi yang sudah ditentukan dan ia berharap penggunaan pupuk harus ramah lingkungan yakni diutamakan pupuk organik.
“Kita juga ada Perda tentang perlindungan tenaga kerja lokal nantinya akan kita wajibkan bagi perusahaan ini dalam perekrutan tenaga kerjanya sebanyak 20% merekrut dari tenaga kerja lokal,”jelasnya.
Sementara kedepannya jika menjadi kepala daerah ujarnya, program prioritas pihaknya agar tidak ada lagi rembesan limbah kelapa sawit yang bisa berdampak pada lingkungan.
Ditambahkan calon wakil Bupati pada paslon nomor urut 2 yakni Siyono menyampaikan, sesuai dengan visi misi pihaknya ada poin melayani di mana untuk melayani masyarakat ini termasuk dalam penyaluran CSR terutama bagi desa-desa yang ada di sekitar perusahaan dan yang belum tersentuh pembangunan.
“Termasuk dalam program kita Itu ada 10 sarjana satu Desa ini nanti akan kita berdayakan agar menjadi SDM mumpuni di desa-desa itu dan bisa juga direkrut oleh perusahaan sekitar,”tegasnya.
Sementara itu paslon nomor urut 03 yakni calon wakil bupati Paisal Darmasing mengatakan, pihaknya setuju untuk memanfaatkan program CSR yang ada pada PBS sekitar, namun faktanya program CSR ini tidak jalan. Maka dari itu pihaknya berkomitmen ke depan akan memperbaiki sistem bagaimana kerjasama antara PBS dan masyarakat sekitar.
“Dan tentu kedepan kami akan melestarikan hutan-hutan yang ada terkait kawasan tadi, salah satunya program strategis yang akan kita laksanakan dan akan dirundingkan dengan masyarakat sekitar serta perusahaan,”ujarnya.
Sementara paslon nomor urut 01 yakni cakon bupati Halikinnor mengatakan, program CSR sudah ada ketentuannya berdasarkan undang-undang namun dalam pelaksanaannya memang belum maksimal.
“Tetapi sebagian sudah dilaksanakan kemudian ada juga kewajiban tentang 20% lahan plasma untuk masyarakat dan saat ini sudah ada 130 koperasi se Kotum dari sejumlah perusahaan yang ada di Kotim. Jadi ada yang bersifat penerimaan kebun dan ada bersifat penerimaan plasma,”bebernya.
Bahkan kata Halikin, ada perusahaan yang membantu memberikan modal contohnya beberapa Kecamatan ada mendapatkan bantuan pemeliharaan ayam atau peternak lainnya seperti kambing dan sapi dan sudah berjalan.
“Ini sudah kami terapkan saat ini, serta untuk pengangkutan sawit supaya koperasi desa yang melaksanakannya dan ada beberapa hal yang sudah menjadi kewajiban perusahaan, yakni mengutamakan perekrutan tenaga kerja dari warga lokal,”tandasnya.
(dia/matakalteng)





















Discussion about this post