PALANGKA RAYA – Pemilihan gubernur-wakil gubernur Kalimantan Tengah semakin dekat. Saat ini, terdapat empat pasangan calon yang bersaing untuk menjadi pemimpin Kalteng selama lima tahun ke depan. Namun, menurut Kisno Hadi, Sekretaris Tim Kampanye Koalisi Huma Betang, hanya pasangan Agustiar-Edy yang memiliki tipe pemimpin pelayan.
Kisno menyebutkan, konsep visi, misi dan program dari pasangan Agustiar-Edy mengambil konsep kearifan lokal Huma Betang. Hal ini menunjukkan bahwa pasangan ini berpihak kepada kepentingan masyarakat Dayak dan melayani masyarakat Kalteng pada umumnya.
“Visi dan misi yang diusung bukanlah untuk kepentingan golongan tertentu, melainkan untuk kesejahteraan masyarakat luas,” ujarnya saat dibincangi awak media, Selasa, 15 Oktober 2024.
Selain itu menurutnya, peningkatan Pendapatan Asli Daerah (PAD) menjadi fokus di salah satu program unggulan. Hal ini menandakan bahwa Agustiar-Edy akan mencari sumber dana yang legal agar pembangunan daerah dapat berjalan optimal. Seorang pemimpin daerah harus mampu mencari dana untuk kepentingan daerah, bukan hanya sekadar membelanjakan anggaran tanpa strategi dan akhirnya menambah hutang negara.
Ditambahkan Kisno, program kerja yang diusung pasangan ini realistis dan praktis, sehingga mudah diimplementasikan. Beberapa di antaranya adalah penyaluran Bantuan Langsung Tunai (BLT) sebesar 2 juta rupiah per keluarga, insentif bagi guru agama, dan pembangunan 1000 kilometer jalan desa.
“Program-program tersebut bertujuan untuk meningkatkan kesejahteraan rakyat, terutama masyarakat desa, yang selama ini kurang mendapat perhatian dari pemerintah,” imbuhnya.
Agustiar-Edy dinilai memiliki pengalaman di legislatif dan eksekutif. Pengalaman ini dapat dipandang sebagai modal yang akan membantu mereka menghadapi tantangan yang ada jika terpilih.
“Pak Agustiar telah lama berada di legislatif pusat, sementara Edy Pratowo memiliki pengalaman di legislatif daerah serta eksekutif daerah seperti Wakil Bupati dan Bupati Pulang Pisau, serta Wakil Gubernur Kalteng,” timpalnya.
Selain itu, pembangunan ekonomi berbasis lingkungan menjadi perhatian utama pasangan ini. Hal ini mengandung arti bahwa kebijakan ekonomi tidak semata bersandar pada eksploitasi sumber daya alam, melainkan juga dilandasi oleh ilmu pengetahuan dan teknologi. Salah satu contohnya adalah pengadaan 100 desa wisata yang dapat meningkatkan perekonomian masyarakat di pedesaan. Selain itu, Agustiar-Edy juga berkomitmen untuk menciptakan 300 milyarder muda baru dan menginkubasi Usaha Mikro, Kecil, dan Menengah (UMKM).
“Secara keseluruhan, semua program unggulan yang diusung pasangan Agustiar-Edy menunjukkan keberpihakan mereka kepada seluruh masyarakat Kalimantan Tengah. Hal tersebut merupakan ciri khas dari tipe pemimpin pelayan yang tidak hanya berbicara, tetapi juga bertindak untuk melayani rakyatnya,” pungkasnya.
(vi/matakalteng)






















Discussion about this post