SAMPIT – Kebakaran lahan gambut terjadi di kawasan permukiman di Perumahan Mentaya Cahaya Abadi Jalan Tjilik Riwut, Kabupaten Kotawaringin Timur (Kotim) pada Rabu 14 Agustus sekitar pukul 17.20 WIB bikin warga sekitar heboh dan panik.
Lokasi kebakaran tepat berada di samping Perumahan Cahaya Mentaya Abadi, Sampit. Menurut informasi warga sekitar, kepulan asap tebal terlihat dari kejauhan sebelum petugas pemadam kebakaran tiba di lokasi.
Petugas Damkar segera bergerak cepat begitu menerima laporan dan langsung berupaya memadamkan api yang sudah mulai merembet ke beberapa titik di lahan gambut, diduga sengaja dilakukan sebagai cara murah dan cepat untuk membuka lahan berladang.
Meskipun api sudah tidak terlihat di permukaan, kepulan asap yang tebal masih mengindikasikan adanya bara api yang membara di bawah permukaan lahan gambut. Hal ini memerlukan tindakan ekstra dari petugas untuk memastikan api benar-benar padam hingga ke lapisan dalam tanah.
Tim pemadam kebakaran pun terus menyemprotkan air dengan volume besar untuk mendinginkan area yang terbakar, guna mencegah bara api muncul kembali.
“Kebakaran lahan yang terjadi sore ini akhirnya berhasil dipadamkan setelah kami melakukan penanganan intensif selama sekitar satu jam. Kondisi lahan gambut yang mudah terbakar membuat dan saat sudah harinya mulai gelap,” ujar Wim RK Benung, Kepala Dinas Pemadam Kebakaran dan Penyelamatan (Damkarmat) Kotim. Kamis, 15 Agustus 2024.
Dalam proses pemadaman, petugas pemadam kebakaran menemukan tanda-tanda yang mengindikasikan bahwa lahan tersebut sengaja dibakar untuk tujuan pembukaan lahan baru.
“Kami mendapati bukti bahwa lahan ini tampaknya akan digunakan untuk berladang. Itu dugaan sementara, namun untuk pemilik lahannya masih belum diketahui dan tim masih melakukan investigasi,” jelas Wim.
Beruntung, tindakan cepat dari tim pemadam kebakaran dengan mengerahkan dia unit truk pemadam satu mobil hilux dan satu mobil petugas relawan api berhasil mencegah api merambat lebih jauh dan merusak rumah-rumah yang berada di dekat lokasi kejadian.
Wim mengimbau warga untuk tidak membakar lahan dalam kondisi apapun, karena lahan yang kering sangat rentan menyebabkan kebakaran besar yang sulit dikendalikan.
“Kami meminta warga untuk lebih waspada dan menghentikan praktik membakar lahan. Risiko kebakaran yang meluas bisa sangat berbahaya, tidak hanya bagi lingkungan, tetapi juga bagi keselamatan warga sekitar,” tambahnya.
(gus/matakalteng)





















Discussion about this post