SAMPIT – Sebuah kelotok (Long Boat) angkutan penumpang yang berlayar dari arah Sampit menuju Katingan mengalami kecelakaan tunggal di daerah aliran Sungai Desa Hantipan, Kecamatan Pulau Hanaut, Kabupaten Kotawaringin Timur (Kotim) pada Rabu, 31 Juli 2024 sekitar pukul 11.00 WIB. Insiden tersebut menyebabkan kelotok karam setelah menghantam akar pohon yang berada di sungai.
Menurut informasi yang dihimpun, kecelakaan terjadi akibat kelotok menghantam akar pohon di aliran sungai. Saat kejadian, kondisi air sungai cukup tenang karena air telah surut pasang, menyebabkan beberapa bagian aliran sungai menjadi dangkal dan timbul akar-akar pohon.
Hal ini menjadi penyebab utama kelotok mengalami kerusakan parah di bagian depan hingga tembus akibat benturan dengan akar tersebut.
Sementara itu dalam video yang berdurasi 32 detik, nampak penumpang klotong yang karam tercebur ke sungai tersebut dan barang-barang yang diangkut oleh klotong berhamburan di atas air.
Fitri, seorang warga Desa Hantipan mengatakan bahwa tidak ada korban jiwa dalam peristiwa tersebut. Namun, penumpang harus segera dievakuasi dari kelotok yang mengalami kerusakan.
“Kondisi kelotok rusak parah di bagian depan akibat menghantam akar pohon. Semua penumpang berhasil keluar dari kelotok dengan selamat, walaupun penumpang sempat beberapa saat terendam di air dan barang-barang juga terhambur dan mengapung,” kata Fitri saat dihubungi wartawan. Kamis, 1 Agustus 2024.
Selain kerusakan pada kelotok, barang-barang yang diangkut juga berhamburan dan terapung di aliran sungai. Beberapa penumpang berusaha menyelamatkan harta benda mereka, sementara yang lain panik menghadapi situasi tersebut.
Keberuntungan masih berpihak pada penumpang kelotok, karena beberapa kelotok milik warga sekitar kebetulan melintas di lokasi kejadian dan segera memberikan bantuan. Para penumpang yang berada di dalam air berhasil dievakuasi dengan cepat oleh warga yang menggunakan kelotok mereka.
“Dievakuasi oleh warga yang melintas menggunakan klotok juga. Tapi ada yang minta tolong karena tidak bisa berenang,” bebernya.
Hingga berita ini dinaikan, pihak berwenang setempat belum memberikan keterangan resmi terkait insiden klotok karam di sungai Desa Hantipan tersebut.
(gus/matakalteng)





















Discussion about this post