SAMPIT – Kepolisian Daerah (Polda) Kalimantan Tengah (Kalteng) menjelaskan terkait peristiwa penembakan yang terjadi di wilayah PT SCC, Desa Rubung Buyung, Kecamatan Cempaga, Kabupaten Kotawaringin Timur (Kotim) pada Jumat 31 Mei 2024 lalu.
Kabid Humas Polda Kalteng, Kombes Pol Erlan Munaji, menceritakan bahwa peristiwa tersebut bermula dari kegiatan patroli rutin yang dilakukan oleh tim gabungan dari Polres Kotim dan Polda Kalteng di wilayah perkebunan sawit PT SCC. Sekitar pukul 16.30 WIB, tim patroli menemukan sekelompok masyarakat yang diduga melakukan pencurian Tandan Buah Segar (TBS) sawit.
Petugas kemudian memberikan tembakan peringatan kepada kelompok masyarakat tersebut untuk meninggalkan kawasan perkebunan. Namun, kelompok tersebut justru melarikan diri ke dalam perkebunan dan melakukan pengancaman serta penyerangan terhadap tim patroli.
“Saat petugas patroli gabungan melakukan pengambilan barang bukti di lapangan berupa dodos, lonjong dan TBS, ada sekelompok orang yang melakukan pengancaman dan penyerangan kepada tim gabungan patroli dengan menggunakan senjata tajam (Sajam), ” ucap Erlan, Minggu 2 Mei 2024.
Upaya menghentikan penyerangan dengan tembakan peringatan kembali tidak diindahkan. Oleh karena itu, salah satu personel tim patroli berinisial TA melakukan tindakan tegas terukur terhadap salah satu orang yang membawa senjata tajam dan berusaha melakukan penyerangan.
Akibat tindakan tersebut, seorang masyarakat berinisial A terkena peluru di bagian perut sebelah kanan. Korban kemudian dibawa ke Rumah Sakit Umum Daerah (RSUD) Murjani Sampit dan dirujuk ke Rumah Sakit Bhayangkara Palangka Raya. Namun, dalam perjalanan menuju Palangka Raya, korban mengalami kritis dan mampir di Puskesmas Pundu Cempaga Hulu.
“Korban dinyatakan meninggal dunia pada pukul 02.30 WIB dan dibawa ke Rumah Sakit Bhayangkara untuk dilakukan otopsi,” bebernya. Saat ini pihak Polda Kalteng telah membentuk tim gabungan dari Direktorat Reserse Kriminal Umum (Ditreskrimum) dan Bidang Profesi dan Pengamanan (Bidpropam) untuk menindaklanjuti perkara tersebut. Anggota yang melakukan tindakan kepolisian terukur telah diamankan dan akan menjalani pemeriksaan lebih lanjut.
“Sementara itu informasi kami berikan selanjutnya nanti kita update kembali,” kata Erlan. Sementara itu, menurut informasi yang dihimpun diduga kuat bahwa peluru yang ditembakkan petugas ke warga tersebut masih bersarang di tubuh korban sebelah kanan.
(gus/matakalteng)





















Discussion about this post