SAMPIT – Pria bernama Rahman (36) yang ditemukan tergantung tidak bernyawa pada sebuah pohon semak belukar Kecamatan Mentaya Hilir Utara, Kabupaten Kotawaringin Timur (Kotim). Sebelumnya terlihat murung.
Menurut keterangan kerabat korban bernama Asih, korban sebelumnya diketahui berangkat pada hari Senin dari Desa Perigi, Kecamatan Mendawai, Kabupaten Katingan menuju ke Samuda. “Sebelum berangkat pergi ke Samuda pada hari Senin itu, memang sudah murung, tapi tidak ada permasalahan,” kata kerabat korban, Asih, Rabu, 19 Juli 2023 kemarin.
Namun terkait dengan alasan korban pergi pihak keluarga tidak mengetahui, dan juga pihaknya tidak mengetahui keberadaan korban setelah kepergiannya pada hari senin tersebut. Namun diceritakannya bahwa korban sebelumnya memang terlihat murung, banyak berdiam diri dan terlihat jarang keluar rumah. Korban juga diketahui merupakan anak terakhir dari empat bersaudara serta juga masih lajang.
Pihaknya sangat terpukul dan tidak menyangka bahwa korban nekat mengakhiri hidupnya dengan cara demikian, karena sosok korban dikenal baik dan tidak ada permasalahan sebelumnya. Sementara setelah dilakukan visum, pada tubuh jenazah tidak ditemukan adanya tanda-tanda kekerasan dan dinyatakan korban meninggal akibat gantung diri.
“Dari hasil visum sementara tidak ditemukan tanda kekerasan di tubuh korban, dan motif juga masih belum diketahui,” ungkap Kapolsek Sungai Sampit, Ipda Dhearny Adventeya Grace Dachi melalui Kanit Reskrim Aipda Dwi Haryadi, Kamis 20 Juli 2023.
Saat ini jenazah korban masih berada instalasi kamar jenazah, menunggu pihak keluarga untuk menjemput. Berita sebelumnya, korban yang telah meninggal dunia ini ditemukan warga sekitar pukul 14.30 WIB dan sempat membuat geger warga sekitar tempat ditemukan yang tidak jauh dari jembatan sungai Lenggana atau Desa Bagendang Hulu, Kecamatan Mentaya Hilir Utara.
Saat korban ditemukan tergantung, pihak Kepolisian juga mengamankan satu buah handphone, sejumlah uang tunai, dan satu buah buah kater, namun saat ditemukan handphone korban dalam kondisi mati.
(gus/matakalteng.com)





















Discussion about this post