PALANGKA RAYA – Hingga kini, jajaran Polresta Palangka Raya tengah melakukan penyelidikan terkait jasad seorang pria yang ditemukan mengapung di Sungai Kahayan, Kota Palangka Raya, oleh para nelayan, Senin, 19 Juni 2023.
Petugas Polsek Pahandut, Inafis Polresta Palangka Raya, Tim Emergency Response Palangka Raya (ERP), dan LazizMu dalam mengevakuasi jasa korban, harus menggunakan perahu mesin.
Kabagops ERP, Yustinus Exaudi mengungkapkan, proses evakuasi terkendala akibat lokasi penemuan jenazah berada di Sungai Kahayan dan tak dapat ditempuh melalui jalur darat.
“Kita bersama pihak kepolisian dan LazizMu harus menggunakan perahu mesin untuk menuju lokasi penemuan jenazah pria tersebut,” ungkapnya, setelah mengevakuasi jasad korban.
Jenazah pria tersebut harus dibawa terlebih dahulu ke pinggir sungai agar dapat dievakuasi ke RSUD dr. Doris Sylvanus Palangka Raya.
Saat dilakukan pemeriksaan dan olah TKP, pihaknya bersama personel Polresta Palangka Raya, tidak dapat menemukan identitas jenazah tersebut.
“Kita tidak dapat menemukan identitas jenazah tersebut, namun kami menemukan ciri-ciri tato gambar Salib dan huruf A pada bagian bawah Salib pada lengan kanan,” katanya.
Jenazah kemudian dibawa ke kamar jenazah RSUD Dr Doris Sylvanus, Kota Palangkaraya untuk dilakukan visum et repertum.
“Bagi masyarakat yang merasa kehilangan keluarga atau kerabat dengan ciri-ciri tato salib dan huruf A pada lengan kanan, bisa langsung menghubungi pihak kepolisian atau ke call center Tim ERP,” tukasnya.
(rzl/matakalteng.com)





















Discussion about this post