SAMPIT – Seorang mualim 1 atau wakil nahkoda Kapal TB Sindo Ocean 1 bernama Isyudianto (46), ditemukan tak bernyawa dalam kapal atau kamarnya. Korban meninggal diduga karena sesak nafas.
Berdasarkan informasi yang dihimpun media ini, kapal tongkang yang dinaiki oleh korban berangkat dari Sampit menuju Gresik. Kapal kandas di muara Sampit, Ujung Pandaran 17.30 WIB.
“Diduga korban meninggal saat dalam perjalanan dari Sampit ke Gresik dan kandas di muara. Almarhum merupakan mualim 1 atau wakil nahkoda,” ungkap Komandan kapal KP XVIII-2006 Aipda Choirul Mahfud saat mengantarkan mayat korban ke Kamar Jenazah RSUD dr Murjani.
Lanjutnya, berdasarkan hasil informasi dari teman-temannya bahwa korban diduga meninggal karena sesak nafas, karena pada saat di kapal temannya mencoba mengetuk pintu sampai dua kali, namun tidak dijawab oleh almarhum.
“Merasa curiga dengan hal itu jam 14.00 mereka melihat bahwa korban sudah tidak bernyawa,” jelasnya.
Ditambahkannya, bahwa setelah itu kapal kembali ke sampiy menuju pelabuhan Pelindo sekitar pukul 10.30 wib. Tiba disitu mayat korban langsung dilakukan pemeriksaan, namun setelah dilakukan pemeriksaan tidak ditemukan adanya luka kekerasan ditubuh korban tersebut.
“Dilakukan swab juga semuanya negatif serta dilakukan olah TKP tidak ada yang mencurigakan dan korban meninggal diduga sesak napas,” ujarnya.
Untuk diketahui bahwa saat evakuasi korban dilakukan oleh petugas Ditpolairud Polda Kalteng, KKP, Polsek, Perhubungan KSOP, PMI Kotim dan petugas terkait lainya. Untuk diketahui juga bahwa saat ini korban sudah berada di kamar Jenazah RSUD dr Murjani Sampit.
Namun untuk informasi korban akan disemayamkan belum diketahui sampai berita ini dinaikan.
(gus/matakalteng.com)





















Discussion about this post