SAMPIT – Jembatan yang berada di Jalan Kapten Mulyono, Kecamatan Mentawa Baru Ketapang, Sampit, Kabupaten Kotawaringin Timur (Kotim) mulai rapuh. Bahkan, hari ini ada sebuah truk yang terperosok hingga membuat arus lalu lintas terganggu.
Salah seorang warga, Siti mengatakan, jembatan yang dikenal oleh warga Sampit dengan nama Jembatan Patah tersebut usianya terbilang tua. Beberapa papan kayu ulin yang menjadi dasar jembatan tersebut sudah mengalami kerusakan.
“Jembatannya sudah rusak. Belum ada perbaikan dari kemarin. Padahal jembatan ini sering dilalui oleh kendaraan berat, seperti truk bermuatan pasir, tanah, batu dan lainnya,” kata perempuan berusia 23 tahun tersebut.
Dilanjutkan, sebuah truk dump berisi tanah terperosok dari pagi hingga sekarang. Hampir seluruh bagian jembatan tertutupi oleh kendaraan besar tersebut.
“Itu sopirnya sedang menurunkan tanah yang ada di dalam truk. Bannya terperosok. Untung tidak masuk semua, seandainya itu terjadi, truk pasti jatuh ke sungai. Tidak menutup kemungkinan memakan korban jiwa. Semoga pemerintah cepat mengambil langkah untuk memperbaiki jembatan ini,” tutur perempuan berparas cantik ini.
Sementara itu warga lainnya Riman mengatakan, jembatan tersebut sudah sering mengalami kerusakan dan selalu diperbaiki oleh pemerintah. Namun dirinya menyayangkan perbaikan yang dilakukan selalu tidak bersifat permanen.
“Padahal sering dilalui kendaraan besar tapi diperbaikinya selalu menggunakan ulin saja, harusnya sudah di aspal agar menjadi jembatan kokoh,” tegasnya.
Bahkan, Salah seorang warga bernama Riman juga khawatir, jika keadaan jembatan terus rusak maka kendaraan besar seperti truk-truk akan melintas di depan rumahnya yang ada di Jalan Teratai 5.
“Padahal jalan Teratai 5 ini kami lebarkan menggunakan dana swadaya masyarakat, tapi kalau jembatan rusak pasti kendaraan besar melintas di jalan ini. Bahkan rumah sampai retak-retak karena getaran jalan yang dilalui kendaraan besar,” ungkapnya khawatir.
(dia/hab/matakalteng.com)





















Discussion about this post