SAMPIT – Pemerintah Kabupaten Kotawaringin Timur (Kotim) menggelar upacara gabungan peringatan Hari Pendidikan Nasional Tahun 2026, Hari Otonomi Daerah ke-30 dan Hari Kebangkitan Nasional ke-118 di halaman Kantor Bupati Kotim, Senin 11 Mei 2026.
Momentum tersebut dimaknai sebagai pengingat pentingnya sinergi seluruh elemen masyarakat dalam mendukung pembangunan daerah dan bangsa.
Wakil Bupati Kotim, Irawati menegaskan, pembangunan tidak dapat dilakukan sendiri dan membutuhkan kerja sama seluruh pihak agar tujuan pembangunan dapat tercapai secara maksimal.
“Peringatan tiga momentum besar ini menjadi pengingat bagi kita semua bahwa membangun daerah dan memajukan bangsa tidak dapat dilakukan sendiri. Dibutuhkan kerja sama, gotong royong dan sinergi seluruh elemen masyarakat,” ujarnya, Senin 11 Mei 2026.
Menurutnya, semangat Bangkit Bersama Wujudkan Indonesia Kuat harus menjadi pegangan dalam melanjutkan pembangunan di Kotim di tengah tantangan global yang terus berkembang, mulai dari perubahan ekonomi, perkembangan teknologi hingga perubahan iklim.
Ia mengatakan, kondisi global saat ini menuntut pemerintah daerah menjalankan pembangunan secara lebih efisien, tepat sasaran dan memberikan manfaat nyata bagi masyarakat tanpa mengurangi kualitas pelayanan publik.
“Efisiensi anggaran bukan berarti mengurangi pelayanan kepada rakyat, melainkan bagaimana setiap program dan kegiatan benar-benar memberikan dampak nyata bagi kesejahteraan masyarakat,” tegasnya.
Irawati menambahkan, pengaruh kondisi global turut dirasakan daerah, termasuk kenaikan harga, persaingan ekonomi dan perkembangan digital yang bergerak cepat. Karena itu, diperlukan pemerintahan yang responsif serta birokrasi yang mampu beradaptasi dengan perubahan.
Dalam momentum Hari Pendidikan Nasional, ia menekankan pentingnya pendidikan sebagai fondasi utama membentuk sumber daya manusia yang unggul dan berdaya saing.
“Pemerintah daerah terus berupaya meningkatkan kualitas pendidikan, memperkuat literasi digital dan mendorong generasi muda agar mampu beradaptasi dengan perkembangan teknologi dan inovasi,” katanya.
Ia juga mengingatkan generasi muda agar tidak hanya menjadi penonton di era modern, tetapi ikut mengambil bagian dalam kemajuan teknologi dan pembangunan daerah.
Sementara dalam peringatan Hari Otonomi Daerah, Irawati menilai otonomi daerah menjadi kesempatan bagi pemerintah untuk terus berinovasi meningkatkan pelayanan publik dan mengembangkan potensi lokal demi kesejahteraan masyarakat.
“Sinergi antara pemerintah pusat dan pemerintah daerah harus terus diperkuat agar pembangunan dapat berjalan secara merata, efektif dan tepat sasaran,” ujarnya.
Pada momentum Hari Kebangkitan Nasional, ia mengajak seluruh masyarakat meneladani semangat perjuangan para pendahulu yang mengedepankan persatuan dan kepentingan bangsa di atas kepentingan pribadi maupun golongan.
Menurutnya, semangat persatuan tersebut sangat penting untuk menghilangkan ego sektoral demi kemajuan daerah dan bangsa.
“Kebangkitan bangsa harus dirasakan oleh seluruh masyarakat, baik yang tinggal di kota maupun di pelosok desa. Jangan sampai ada yang tertinggal dalam pembangunan,” tegasnya.
Ia juga mengajak generasi muda untuk terus berkarya, menjaga persatuan dan memanfaatkan teknologi secara bijak, termasuk mendorong pertumbuhan ekonomi kreatif yang mampu membuka peluang baru bagi daerah.
“Melalui peringatan ini, mari kita perkuat komitmen, mempererat kebersamaan dan meningkatkan semangat pengabdian untuk mewujudkan Kotawaringin Timur yang maju, harmonis dan sejahtera menuju Indonesia Emas,” tandasnya.
(dia/matakalteng)





















Discussion about this post