SAMPIT – Kepala Bidang Guru dan Tenaga Kependidikan (Kabid GTK) Dinas Pendidikan Kabupaten Kotawaringin Timur (Kotim), Edie Sucipto, menegaskan bahwa guru, baik ASN maupun non-ASN, wajib memiliki empat kompetensi dasar sebagaimana diamanatkan undang-undang.
Hal tersebut disampaikannya dalam kegiatan peningkatan kompetensi guru TK dan SD dengan tema matematika gembira yang digelar untuk guru-guru di wilayah dalam kota.
“Kompetensi pertama yang harus dimiliki guru adalah kompetensi pedagogik, yakni kemampuan merancang pembelajaran dengan baik, rapi, dan sesuai tuntutan zaman,”ujarnya, Senin 15 Desember 2025.
Menurutnya, guru masa kini wajib menguasai perencanaan pembelajaran, bukan sekadar menyalin atau memodifikasi tanpa memahami substansi materi yang diajarkan.
“Guru itu kalau hanya bisa merancang saja, apalagi sekarang bisa ATM, ambil, tiru, modifikasi, tetapi tidak memahami konten yang ada di RPP, maka tidak profesional. Pedagogiknya harus oke, profesionalnya juga harus oke,” tegasnya.
Kompetensi kedua, lanjut Edie, adalah kompetensi profesional, yaitu penguasaan materi dan alur kegiatan belajar mengajar (KBM). Guru harus benar-benar memahami apa yang diajarkan agar pembelajaran berjalan maksimal. Sementara kompetensi ketiga adalah kepribadian, yang berkaitan dengan sikap guru dalam lingkungan sekolah dan sesama pendidik.
Ia menyoroti masih adanya guru yang sulit berkolaborasi, menutup diri, bahkan menimbulkan gesekan di lingkungan kerja. Menurutnya, perbedaan adalah hal wajar, namun tidak boleh berdampak pada peningkatan kompetensi dan kualitas pembelajaran siswa.
“Guru itu ketika sudah berada di cabang pendidikan, itu artinya sudah menjadi satu keluarga besar. Tidak boleh ada gesekan yang berefek pada pembelajaran. Kalau sampai pembelajaran tidak maksimal karena kepribadian guru, ini yang sering kami terima laporannya di GTK,” ujarnya.
Kompetensi keempat yang tak kalah penting adalah kompetensi sosial. Guru dituntut mampu berkolaborasi dengan rekan sejawat, orang tua wali, bahkan dengan guru di sekolah lain. Interaksi sosial yang baik menjadi kunci dalam menciptakan ekosistem pendidikan yang sehat dan saling mendukung.
“Empat kompetensi ini wajib dikuasai. Tidak ada tawaran. Tidak cukup pandai mengajar di depan kelas, tetapi kepribadiannya tidak baik. Itu tidak lengkap sebagai seorang guru,” tandas Edie.
Ia menambahkan, upaya peningkatan kompetensi guru terus dilakukan Disdik Kotim melalui berbagai model pembelajaran yang disesuaikan dengan kebijakan terbaru, termasuk Permendikdasmen Nomor 13 Tahun 2025 tentang struktur kurikulum dasar.
Meski struktur kurikulum tidak banyak berubah, kementerian mendorong penerapan deep learning atau pembelajaran mendalam yang berlandaskan prinsip berkesadaran, bermakna, dan menggembirakan.
“Bagaimana kita mau melaksanakan pembelajaran mendalam kalau kompetensi kita belum maksimal. Kalau pondasinya sudah kuat, khususnya di PAUD, TK, dan SD, maka ke jenjang berikutnya akan lebih mudah. Tapi kalau dari dasar sudah sulit, di atasnya akan lebih sulit lagi memolesnya,” jelasnya.
Edie juga mengajak guru untuk tidak bosan meningkatkan mutu diri, karena tugas guru tidak hanya mengajar, tetapi juga mendidik, membimbing, melatih, hingga mengevaluasi peserta didik. Ia berharap setiap guru memiliki semacam “rekam medik” perkembangan siswa yang dapat disampaikan secara jelas kepada orang tua, tidak sekadar berbincang saat pembagian rapor.
“Orang tua harus tahu progres anaknya seperti apa. Kalau itu bisa disampaikan dengan baik, maka orang tua akan puas karena anaknya benar-benar didampingi. Inilah yang disebut pelayanan prima di bidang pendidikan,” ucapnya.
Pada kesempatan itu, Edie juga menyinggung tingkat kehadiran peserta kegiatan yang belum sesuai harapan. Dari target 150 guru TK dan SD perwakilan sekolah di Kecamatan Baamang dan MB Ketapang, jumlah peserta yang hadir tidak mencapai target, padahal kegiatan tersebut digelar secara gratis.
“Kami sudah mendata ada sekitar 75 SD ditambah TK, seharusnya bisa 150 guru yang hadir. Ini akan kami cek sekolah mana yang tidak mengutus. Sangat disayangkan karena kegiatan ini gratis,” katanya.
Ia berharap kegiatan selama dua hari tersebut dapat berjalan maksimal, terutama dalam mendukung program matematika gembira yang tengah digencarkan Kementerian.
(dia/matakalteng)






















Discussion about this post