SAMPIT – Dinas Pendidikan (Disdik) Kabupaten Kotawaringin Timur (Kotim) kembali menggelar kegiatan penguatan kompetensi guru yang dikemas dalam program Pendampingan Pelaksanaan Pembelajaran Mendalam melalui Penguatan Kompetensi Guru Berbasis Kelompok Kerja.
Kegiatan ini merupakan bagian dari rangkaian upaya peningkatan kapasitas serta pengembangan karier guru di daerah tersebut.
Kabid Guru dan Tenaga Kependidikan (GTK) Disdik Kotim, Edie Sucipto, mengatakan bahwa kegiatan ini telah dirancang sebagai tindak lanjut dari tugas dan fungsi bidang GTK dalam mendukung peningkatan kualitas pendidikan.
“Kegiatan ini bagian dari penguatan kompetensi guru dan pengembangan karier guru. Tagline yang kita angkat berkaitan dengan tugas pokok dan fungsi bapak ibu semua, yaitu bagaimana memberikan kontribusi maksimal terhadap dunia pendidikan, khususnya dalam kegiatan belajar mengajar,” ujarnya, Kamis 6 November 2025.
Edie menjelaskan, peserta yang diundang berasal dari kelompok kerja guru di tiga kecamatan, yakni Mentawa Baru Ketapang, Baamang, dan Seranau. Selain itu, kegiatan juga melibatkan 13 kelompok kerja guru (KKG) dan 5 Musyawarah Guru Mata Pelajaran (MGMP) yang tersebar di empat Musyawarah Kerja Kepala Sekolah (MKKS), sehingga mewakili seluruh 17 kecamatan di Kotim.
Ia menambahkan, kegiatan yang berlangsung selama dua hari ini menitikberatkan pada penerapan pendekatan pembelajaran mendalam sesuai dengan Permendikdasmen Nomor 23 Tahun 2025.
“Dalam struktur kurikulum terbaru memang tidak ada perubahan untuk PAUD, pendidikan dasar, maupun menengah. Namun, di situ dimasukkan istilah ‘pendekatan pembelajaran mendalam’. Nah, ini yang akan menjadi fokus kita selama dua hari ke depan,” terang Edie.
Menurutnya, para peserta yang hadir diharapkan tidak hanya mengikuti kegiatan secara pasif, tetapi juga mampu menularkan ilmu dan pengalaman yang diperoleh ke masing-masing kelompok kerja di daerahnya.
“Bapak ibu semua adalah perwakilan dari KKG dan MGMP. Saya minta nanti hasil dari kegiatan ini bisa diimbaskan di masing-masing kelompok kerja agar manfaatnya lebih luas,” tegasnya.
Dalam kesempatan tersebut, Edie juga mengingatkan pentingnya karakter guru yang adaptif dan visioner di tengah dinamika perubahan zaman.
“Mari kita jadi guru yang adaptif, artinya menerima perubahan dan tidak alergi terhadap hal baru. Jadilah juga guru yang visioner, yang tidak hanya berpikir untuk hari ini, tetapi juga menatap masa depan,” pesannya.
Ia menilai, tantangan dunia pendidikan ke depan akan semakin berat sehingga guru perlu membekali peserta didik dengan pondasi yang kuat, terutama dalam membentuk karakter sesuai Profil Pelajar Pancasila.
“Kita harus memastikan bahwa kita benar-benar memahami pendidikan, agar siswa-siswi kita memiliki karakter yang tangguh dan siap menghadapi masa depan,” tambahnya.
Edie berharap seluruh peserta mengikuti kegiatan secara maksimal hingga selesai. Ia juga menyampaikan bahwa surat tugas peserta akan diunggah melalui grup KKG dan MGMP masing-masing.
“Kegiatan ini berlangsung selama dua hari, hingga Jumat. Bagi peserta dari luar kota kami beri izin hingga tiga hari, karena tentu tidak memungkinkan untuk langsung kembali pada Jumat sore,” pungkasnya.
(dia/matakalteng)






















Discussion about this post