SAMPIT – Kegiatan Masa Pengenalan Lingkungan Sekolah (MPLS) di SMP Negeri 4 Sampit resmi berakhir pada Jumat, 18 Juli 2025. Kegiatan ini berlangsung sejak 14 Juli dan diikuti oleh 288 murid baru, terdiri dari 169 laki-laki dan 119 perempuan. Selama lima hari, kegiatan berjalan lancar, aman, dan penuh antusias dari seluruh peserta.
Ketua panitia MPLS, Akhmad Saprudin Ruswandi menyampaikan apresiasi kepada semua pihak yang terlibat.
“Kami ucapkan terima kasih kepada Bapak Anjar Subiantoro selaku Kepala Sekolah, dewan guru yang hebat, staf TU yang murah hati, serta OSIS yang setia mendampingi. Juga terima kasih kepada orang tua siswa yang telah mendorong anak-anaknya mengikuti MPLS tahun ini,” ujarnya, Jumat 18 Juli 2025.
Ia juga memberikan penghargaan khusus kepada seluruh panitia yang telah bekerja keras dan penuh semangat. Seluruh rangkaian kegiatan MPLS, menurutnya, tidak akan berjalan sukses tanpa kolaborasi dan kekompakan seluruh elemen sekolah.
Penutupan MPLS tahun ini dirangkai dengan deklarasi Sekolah Ramah Anak, Sekolah Anti Perundungan (Bullying), serta pembiasaan 7 Kebiasaan Anak Hebat. Kepala SMPN 4 Sampit, Anjar Subiantoro menegaskan bahwa momen ini menjadi langkah awal membentuk karakter positif para murid baru.
“Tujuh kebiasaan anak hebat ini meliputi bangun pagi, beribadah, berolahraga, makan sehat bergizi, gemar belajar, bermasyarakat, dan tidur cepat. Ini kita tanamkan agar lahir generasi emas Indonesia yang cerdas secara intelektual, sosial, dan spiritual,” jelasnya.
Ia menambahkan, dengan pembiasaan ini diharapkan murid mampu membentuk profil lulusan yang ideal.
“Anak-anak nantinya akan menguasai delapan dimensi, yakni keimanan dan ketakwaan, kewarganegaraan, penalaran kritis, kreativitas, kolaborasi, kemandirian, kesehatan, dan komunikasi,” tambah Anjar.
Selain itu, kegiatan MPLS juga diisi dengan berbagai materi edukatif. Mulai dari pengenalan lingkungan sekolah, penanaman pohon lokal sebagai bagian dari pendidikan karakter, hingga pelatihan literasi dan numerasi melalui aktivitas pohon berlindung.
Pihak sekolah juga menggandeng Dinas Pemberdayaan Perempuan, Perlindungan Anak, Pengendalian Penduduk, dan Keluarga Berencana untuk memberikan materi perlindungan hak anak.
Materi lainnya disampaikan oleh Satlantas Polres Kotim tentang tertib berlalu lintas, serta simulasi mitigasi bencana kebakaran dari Dinas Pemadam Kebakaran dan Penyelamatan.
“Kami juga mengingatkan kepada seluruh murid terkait larangan penggunaan sepeda listrik di jalan raya bagi yang belum memiliki KTP atau SIM, sesuai informasi dari Satlantas,” terang Anjar.
Sementara itu, Kasi Kurikulum dan Penilaian Bidang Pembinaan SMP Dinas Pendidikan Kotim, Herman Yudianto, turut memberi pesan penting kepada murid baru. Ia menekankan pentingnya mengamalkan 7 Kebiasaan Anak Hebat dalam kehidupan sehari-hari.
“Kalau hafal itu bagus, tapi yang lebih penting adalah melaksanakannya. Jangan sampai bangun pagi masih dibangunkan orang tua. Salat Subuh, belajar, lalu tidur tepat waktu untuk persiapan esok hari,” pesannya.
Ia juga berpesan kepada seluruh guru untuk menciptakan suasana belajar yang nyaman dan kondusif. Kepada orang tua, Herman berharap agar terus membimbing anak-anak di rumah.
“Pendidikan utama itu ada di rumah, sekolah hanya 6 sampai 7 jam. Jadi mari kita kolaborasi agar anak-anak kita sukses di masa depan,” ujarnya.
Dengan selesainya MPLS, sebanyak 286 murid baru resmi menjadi bagian dari keluarga besar SMP Negeri 4 Sampit. Sekolah berharap seluruh murid dapat cepat beradaptasi dan menumbuhkan semangat belajar sejak hari pertama masuk kelas.
(dia/matakalteng)






















Discussion about this post