SAMPIT – Dinas Pendidikan Kabupaten Kotawaringin Timur mendukung peningkatan budaya literasi melalui pembelajaran sastra di sekolah. Hal itu disampaikan kasubag umum dan kepegawaian di Kotim Prapti Budi Astuti pada saat menghadiri acara seminar yang berkenaan dengan hal tersebut.
“Kegiatan literasi ini memang sangat bermanfaat, terutama untuk peserta didik karena memang sesuai dengan penelitian bahwa budaya literasi kita saat ini masih rendah, sehingga diharapkan uapaya yang digabung dengan sastra mudah-mudahan akan menumbuhkan lagi minat literasi atau minat baca peserta didik,”ujarnya, Minggu 20 Oktober 2024.
Bahkan menurutnya, budaya literasi ini tidak hanya untuk peserta didik saja namun juga tenaga pendidik serta orang tua wali murid agar selalu membiasakan budaya literasi.
“Karena memang saat kita melakukan pengecekan ke lapangan sebagian tenaga pendidik ataupun orang tua wali murid yang belum memahami sesuatu lantaran minimnya budaya literasi. Contohnya tentang tanggal kenaikan kelas, padahal hal itu sudah tertulis namun tidak dibaca,”ungkapnya.
Tambahnya jika budaya literasi itu dikembangkan maka tidak akan menumbuhkan kebingungan ilmu pengetahuan juga dapat berkembang sehingga diharapkan budaya literasi ini secara umum bisa meningkat di kalangan masyarakat.
Sementara itu ketua panitia pelaksana seminar peningkatan budaya literasi melalui pembelajaran sastra di sekolah Trisnawati menyampaikan, kegiatan ini diikuti oleh 78 peserta terdiri dari guru SD, SMP hingga SMK.
“Tidak hanya diikuti oleh guru bahasa Indonesia saja namun juga ada guru umum karena kegiatan ini merupakan salah satu program kerja dari Musyawarah Guru Mata Pelajaran (MGMP) SMA dan SMK,”ucap guru dari SMK Negeri 3 Sampit ini.
Dari kegiatan ini diharapkan, muncul ide kreatif kemudian inovasi yang terkait untuk peningkatan literasi di sekolah masing-masing, dan ia berharap bapak ibu guru yang hadir pada seminar ini sebagai peserta, mereka nanti sampai ke sekolah membawa program-program yang kegiatannya mengarah pada peningkatan literasi siswa mereka di sekolah masing-masing.
“Bisa berupa program kerja atau kegiatan apa yang berkaitan dengan literasi di sekolah,”ungkapnya.
(dia/matakalteng)






















Discussion about this post