SAMPIT – Balai bahasa Provinsi Kalimantan Tengah telah menerbitkan buku bacaan untuk anak-anak di sekolah dasar (SD), yang mana pada buku bacaan itu terdapat bahasa daerah serta terjemahannya ke dalam bahasa Indonesia yang mudah dipahami.
“Untuk itu sebagai langkah awal kami melakukan uji keterbacaan kepada anak-anak SD khususnya di kabupaten Kotim sebanyak 60 anak yang akan berlangsung secara bertahap selama 2 hari sejak tanggal 8 sampai dengan 9 Oktober 2024,”kata Perwakilan Kelompok Kepakadan dan Layanan Profesional Penerjemahan Balai Bahasa Kalteng, Rensi Sisilda, Selasa 8 Oktober 2024.
Menurutnya, uji keterbacaan ini nanti akan dibuat tim nanti yaitu dua siswa dan satu guru, kegiatan ini nantinya guru akan membacakan kemudian nanti dilihat apakah bukunya menarik termasuk ilustrasinya.
“Jadi dari berbagai macam bahasa ada di buku ini, terutama ini di Sampit ada bahasa Sampit dan juga bahasa Dayak Ngaju. Melalui kegiatan ini kita ingin melihat anak-anak apakah mereka bisa menggunakan bahasa daerah dan juga ini ada terjemahannya dalam bahasa Imdonesia,”bebernya.
Tambah Sisilda, kegiatan ini merupakan satu rangkaian dari penerbitan buku sejak penulisan awal. Yang mana nanti setelah uji keterbacaan ini akan dilakukan revisi lagi.
“Apabila ada yang tidak dipahami oleh anak-anak akan kita revisi ulang dan nanti akan kita ajukan ISBN nya. Metodenya ini kami meminta anak-anak untuk membaca kemudian mereka melihat juga ilustrasinya, apakah ilustrasi ini sesuai dengan keinginan mereka,”ungkapnya.
Bahkan lanjutnya, bahasa yang digunalan juga sangat sederhana. Yaitu dari bahasa daerah ke bahasa Indonesia yang disesuaikan dengan usia anak-anak, sehingga ada perjenjangan buku di dalamnya.
“Jadi jenjang kelas 3, 4 5 6 itu berbeda agar bukunya mudah dipahami. Buku ini merupakan hasil karya teman-teman dari Sampit juga, dari bapak ibu guru, juga ada daei para penulis di Sampit yang menulis kemudian di alihbahasakan ke dalam bahasa Indonesia,”bebernya.
Karena menurut pihaknya, jika tidak dilakukan dengan metode seperti ini, maka bahasa daerah akan hilang dan dilupakan.
“Itulah tujuan kami datang ke Kotim, semoga buku-buku ini dapat dipahami oleh adik-adik semua, kemudian ilustrasinya juga menarik serta bahasa Indonesianya mudah dipahami,”tutupnya.
(dia/matakalteng)






















Discussion about this post