SAMPIT – Kepala Dinas Pendidikan Kabupaten Kotawaringin Timur Muhammad Irfansyah menyampaikan, pendampingan melalui lokakarya untuk calon guru penggerak bertujuan untuk meningkatkan keterampilan calon guru penggerak dalam menjalankan perannya.
“Selain itu juga ditujukan untuk menjejaringkan calon guru penggerak di tingkat kabupaten atau kota serta menjadi ruang diskusi dan pemecahan masalah yang dihadapi oleh calon guru penggerak,” ujarnya, Sabtu 7 September 2024.
Lanjutnya, melalui lokakarya juga dapat meningkatkan keterlibatan pemangku kepentingan di tingkat sekolah dan kabupaten kota demi kesuksesan calon guru penggerak di daerah ini yang nantinya akan memberikan pengimbasan kepada sekolah masing-masing.
“Khususnya pada lokakarya angkatan 10 yang pada akhir bulan Agustus 2024 lalu kita selenggarakan yaitu untuk mewujudkan peserta yang mampu menunjukkan kemampuan serta melakukan rangkaian supervisi akademik dengan menggunakan pola pikir coaching,” ungkapnya.
Kemudian tambahnya, untuk mengidentifikasi kekuatan, area pengembangan dan menyusun rencana perbaikan dalam proses pembelajaran yang berpihak pada murid.
“Karena nantinya calon guru penggerak ini ketika lolos menjadi bergerak akan menjadi contoh bagi guru balasan dengan cara di sekolahnya serta juga nantinya akan memberikan penyembahan atau karya kepada komunitas belajar di wilayahnya,” tutup Irfan.
(dia/matakalteng)






















Discussion about this post