SAMPIT – Guru penggerak merupakan program pendidikan dari pemerintah untuk meningkatkan kompetensi guru yang mana Dengan hadirnya guru penggerak diharapkan mampu menggerakkan komunitas belajar yang ada di daerahnya.
“Prinsip program guru penggerak ini adalah mendorong upaya peningkatan kualitas pendidikan di sekolah maupun di luar sekolah menggunakan pendekatan andragogi dan blended learning,” kata Kabid GTK Disdik Kotim, Edie Sucipto, Sabtu 7 September 2024.
Menurutnya, dengan menggunakan 2 Metode pendekatan tersebut nantinya guru yang terdaftar dalam program guru penggerak harus mengikuti proses pembelajaran yang tertuang yaitu menggunakan metode pelatihan dalam jaringan atau belajar dari lokakarya dan pendampingan individu.
“Pendampingan individu sendiri untuk membantu calon guru penggerak menerapkan hasil pembelajaran daring sehingga mampu mengembangkan diri sendiri dan juga guru lain dengan cara melakukan refleksi, berbagi dan kolaborasi,” bebernya.
Selain itu lanjutnya, diharapkan juga calon guru penggerak memiliki kematangan moral, emosional dan spiritual untuk berperilaku sesuai kode etik serta dapat merencanakan, menjalankan, merefleksikan dan mengevaluasi pembelajaran yang berpusat pada peserta didik dengan melibatkan orang tua.
“Maka dari itu khususnya di kabupaten Kotim sampai dengan bulan Agustus lalu sudah melaksanakan lokakarya calon guru penggalang angkatan 10 dengan harapan guru penggerak di Kotim terus bertambah demi meningkatkan mutu dan kualitas pendidikan di Kabupaten Kotim,” tutupnya.
(dia/matakalteng)






















Discussion about this post