SAMPIT – Kepala Bidang Pembinaan SD Dinas Pendidikan Kabupaten Kotawaringin Timur (Kotim) Mahbub menyampaikan, saat ini Kabupaten Kotim masih sangat kekurangan guru penggerak, sehingga di bidang Guru dan Tenaga Kependidikan (GTK) Disdik Kotim terus menggenjot ini.
“Karena untuk pergantian kepala sekolah juga harus guru penggerak, kalau bukan guru penggerak dia tidak mendapatkan tunjangan. Sama juga dengan pengawas sekolah di Kotim harus guru penggerak, ini juga yang menjadi masalah,”ujarnya, Selasa 6 Agustus 2024.
Karena kata Mahbub, pengawas saat ini ada yang sampai mengawasi 24 sekolah, bahkan ada yang satu pengawas berperan sebagai pengawas, sebagai koordinator wilayah (korwil) bahkan stafnya sekaligus, jadi sangat sulit.
“Bahkan di Kecamatan Baamang hanya ada 2 pengawas, sementara sekolahnya ada 23. Itulah kadang-kadang pengawas itu kesulitan mengcover semua sekolah,”tegasnya.
Terutama kata Mahbub, mereka yang jauh seperti di Kecamatan Antang Kalang yang kondisi geografisnyapun cukup sulit, khususnya Desa Tumbang Gagu. Sehingga terkadang 3 bulan sekali baru bisa ke lokasi.
“Karena anggarannya Rp 4.500.000 dari kecamatan Antang Kalang ini. Jadi ada beberapa kendala yang memang tidak di sengaja dalam hal pengawasan, namun berkaitan dengan regulasi,”bebernya.
Terpisah, Ketua Komisi III DPRD Kotim yang membidangi masalah pendidikan Marianie mangatakan, maka dari itu pihaknya mengudang sejumlah pihak untuk melakukan diskusi di DPRD berkaitan dengan regulasi bagaimana nantinya bisa menjadi solusi atas permasalahan di daerah.
“Dan hal ini harus kita sampaikan hingga ke pusat dan ditanyakan apakah regulasi yang ada ini kita bisa menambah dengan regulasi baru di daerah karena tentunya masing-masing daerah memiliki kendala atau kesulitan yang berbeda,”ucapnya.
Karena kata Marianie, tidak mungkin selamanya bertumpu pada regulasi yang ada sedangkan persoalan di daerah khususnya di wilayah pedalaman tidak bisa teselesaikan.
“Kalau untuk di wilayah kota mudah saja karena jarak yang cukup dekat, sementara untuk di desa seperti di Kecamatan Antang Kalang itu tentunya ada banyak kendala lainnya, selain letaknya geografis juga kendala biaya untuk transportasi menuju daerah itu,”ujarnya.
(dia/matakalteng)






















Discussion about this post