SAMPIT – Kepala Dinas Pendidikan Kabupaten Kotawaringin Timur (Kotim) Muhammad Irfansyah menyampaikan, meski di era modern ini semua bisa dikerjakan dengan memanfaatkan digitalisasi, tidak terkecuali dalam dunia pendidikan yang mampu memudahkan pemberian pembelajaran, namun ia menegaskan guru tetap tidak bisa digantikan oleh digitalisasi.
“Terutama pembelajaran dengan metode digital ini pernah ditanyakan juga pada saat kegiatan guru dan dinas, apakah guru bisa digantikan dengan digital, karena di google sudah lengkap. Namun guru tidak bisa digantikan, pengetahuan bisa dicari dimanapun namun mendidik anak harus dengan sentuhan dan secara langsung,”ujarnya, Selasa 23 Juli 2024.
Makanya kata Irfan, tetap guru dihadirkan. Guru dapat membantu dan membimbing muridnya melalui interaksi langsung serta menjadi sosok teladan bagi muridnya. Hal ini tidak dapat digantikan oleh teknologi AI, karena membutuhkan kemampuan yang khusus, pengalaman bertahun-tahun, serta melibatkan interaksi interpersonal.
“Karena guru mengajarkan karakter dan nilai moral, etika, yang akan membentuk peserta didik agar memberikan kontribusi yang baik bagi bangsa dan negara. Peran guru tidak bisa tergantikan. Ilmu yang diperoleh tanpa guru belum tentu menghasilkan sesuatu yang lebih baik,”tegasnya.
Namun memang tambahnya, ada inovasi menggunakan digital, contohnya karena kekurang guru maka melalui digitalisasi bisa terbantu.
“Atau ada juga contoh di Desa Samuda, inovasinya beruapa kerjasama dengan rekan guru di Surabaya, guru di Samua meminta bantuan guru di Surabaya untuk memberi kelas bagi siswa/i nya di Samuda yaitu mengajar via daring. Tentu ini sebuah inovasi yang positif,”ungkapnya.
Mudah-mudahan lanjut Irfan, melalui kegiatan digitalisasi khususnya di Kotim yang sudah mulai digiatkan dapat membawa pendidikan di Kotim menjadi lebih baik lagi dan meningkat.
(dia/matakalteng)






















Discussion about this post