SAMPIT – Dinas Pendidikan Kabupaten Kotawaringin Timur (Kotim) bersama Balai Bahasa Provinsi Kalimantan Tengah melalukan kegiatan Bimbingan Teknis (Bimtek) Guru Utama Revitalisasi Bahasa Dayak Sampit tanggal 13-17 Mei 2024 di Aula Disdik Kotim.
“Kegiatan ini sangat baik karena menumbuh kembangkan bahasa lokal agar tidak punah dari perkembangan zaman. Karena kita akui bahwa sekarang penutur Bahasa Dayak Sampit sudah sangat berkurang, generasi sekarang sudah beraktulturasi dengan bahasa lain saat bergaul sehari hari misalkan bahasa Banjar itu lebih dominan,” kata Kepala Disdik Kotim, M Irfansyah, Jumat 17 Mei 2024.
Disebutkannya, kurang lebih ada sembilan bahasa lokal di Kalimantan Tengah (Kalteng) yaitu, Bahasa Melayu, Banjar, Ngaju, Maanyan, Ot Danum, Katingan, Bakumpai, Tamuan, dan Bahasa Dayak Sampit.
“Tanggung jawab pelestarian bahasa dan sastra daerah sesungguhnya tanggung jawab pemerintah daerah dengan pengembangan bahasa dan pembinaan bahasa melalui Balai Bahasa Kalteng sebagai fasilitator dan koordinator,”ujarnya.
Sementara itu Kepala Sub Bagian Umum Balai Bahasa Kalteng yang juga menjadi narasumber dalam kegiatan ini yaitu Heri Budhiono mengatakan, tergerusnya bahasa dayak Sampit tidak hanya dengan adanya bahasa pendatang seperti, bahasa banjar, jawa dan sunda. Selain itu, para orang tua juga menjadi salah satu pilot projek untuk tetap mengajarkan kepada anak-anaknya mengenai bahasa tersebut.
“Sehingga Revitalisasi perlu dilakukan, dengan melibatkan generasi penerus terutama yang ada di Kotim. Untuk kalangan pemuda kami ajak supaya punya ikatan, ketertarikan bahwa bahasa dayak Sampit adalah bahasa milik kalian, dan wajib bisa menuturkannya, melestarikannya bisa berpartisipasi dalam perlindungan bahasa Sampit itu,”ungkapnya.
(dia/matakalteng)






















Discussion about this post