SAMPIT – Berbeda dengan sekolah pada umumnya yang melaksanakan penilaian sumatif akhir untuk kelas 6 Sekolah Dasar (SD) secara manual, SDN 2 Mentawa Baru Hulu yang berada di Kecamatan MB Ketapang, Kabupaten Kotawaringin Timur (Kotim) melaksanakan penilaian sumatif akhir menggunakan aplikasi atau secara online di handphone masing-masing peserta didik.
“Sekarang penilaian sumatif akhir untuk kelas 6 SD sudah mulai dilaksanakan di Kotim secara serentak. Kami di SDN 2 MB Hulu sengaja menerapkan penilaian secara online atau pengerjaan melalui aplikasi untuk mengajarkan peserta didik terkait kemajuan teknologi dalam menunjang dunia pendidikan,” Kepala SDN 2 MB Hulu, Nita Neaty, S.Pd.SD, Senin 13 Mei 2024.
Menurutnya, penilaian sumatif akhir menggunakan aplikasi ini lebih ketat dibandingkan secara manual. Karena setiap peserta didik tidak bisa mencontek atau berbagi jawaban dengan teman sekitarnya.
“Bahkan siswa tidak bisa membuka tab baru untuk mencari jawaban di google kalau sudah masuk aplikasi ini. Nama aplikasinya untuk di android Riyu Exambro sementara di IOS SafeExamBrowser. Sebelumnya siswa sudah kami minta untuk men download aplikasi tersebut di handphone masing-masing,”ujarnya.
Sebelumnya kata Kepsek ini, SDN 2 MB Hulu sudah pernah menggunakan aplikasi serupa sewaktu penilaian tengah semester pada tahun 2023 lalu. Dan pada tahun 2024 ini kembali diterapkan untuk kelas 6 dan selanjutnya juga akan diterapkan untuk kelas 4 dan 5.
“Aplikasi ini sinkron dengan google from, namun keamanannya tingkat tinggi. Karena soal yang ditampilkan untuk setiap siswa diacak atau random sehingga antara siswa satu dan lainnya memiliki soal yang berbeda. Untuk akses masuk juga menggunakan scan qr code dan tidak bisa membuka aplikasi yang lain, tidak bisa screenshot. Kalau keluar dari aplikasi otomatis siswa harus mengulang mengisi dari awal lagi,”jelasnya.
Tambahnya, jika siswa selesai mengerjakan maka secara otomatis langsung keluar skor atau nilai yang dihasilkan. Meski dalam pelaksanaannya ada beberapa kendala seperti jaringan internet yang naik turun terkadang membuat sedikit lebih lambat dan siswa masih belum terbiasa menggunakan karena perdana.
“Biasanya anak-anak mengisi lewat google form langsung, jadi ini perdana. Namun ada banyak hal positif dalam penggunakan aplikasi ini diantaranya kejujuran dalam mengerjakan, fokus menjawab di perangkat masing-masing, transparan dalam hasil nilai serta memudahkan dalam perekapan nilai. Semoga kedepannya kami bisa terus memberikan inovasi dalam pendidikan dan harapannya penggunaan aplikasi ini bisa terus diterapkan, karena penilaiannya murni dari hasil pemikiran masing-masing anak dengan sistem yang ketat,”tutupnya.
(dia/matakalteng)






















Discussion about this post