SAMPIT – Pemerintah Kabupaten Kotawaringin Timur (Kotim) melalui Dinas Pendidikan (Disdik) memperoleh apresiasi dari Balai Bahasa Provinsi Kalimantan Tengah (Kalteng), atas partisipasi aktif dalam revitalisasi bahasa daerah yang diserahkan langsung kepada Kepala Disdik Kotim, M Irfansyah.
“Tentunya kami sangat berterima kasih dan bersyukur atas apresiasi yang diberikan oleh Balai Bahasa provinsi Kalteng. Kedepannya kami akan terus berkomitmen dan mengajak seluruh satuan pendidikan yang ada untuk turut serta dalam revitalisasi bahasa daerah ini,” ujarnya, Senin, 18 Maret 2024.
Hal ini menurutnya, sebagai upaya implementasi model pelindungan bahasa daerah yang merupakan bagian dari Program Merdeka Belajar Kementrian Pendidikan Kebudayaan Riset dan Teknologi (Kemendikbudristek).
“Program ini merupakan amanat undang-undang tentang bahasa, baik secara nasional maupun aturan pemerintah daerah yang mengatur tentang penggunaan, pengembangan, pembinaan serta revitalisasi bahasa daerah secara regional terutama di wilayah Kotim,” ungkapnya.
Saat ini, pemerintah memiliki program pengembangan dan pembinaan serta revitalisasi bahasa daerah yang dilakukan secara masif. Program ini diimplementasikan melalui program kerja berbagai kementerian, lembaga serta pemerintah daerah yang memiliki hubungan dengan kebahasaan dalam berbagai bidang.
“Kemendikbudristek melalui Program Merdeka Belajar juga menyasar pengembangan, pembinaan dan revitalisasi bahasa daerah ini melalui berbagai program kerja yang diterapkan oleh lembaga-lembaga yang berada di bawah naungannya,” ucapnya.
Salah satu program kerja Merdeka Belajar ini adalah melakukan pengembangan, pembinaan dan revitalisasi bahasa dan sastra daerah secara langsung dalam bentuk pelatihan-pelatihan kebahasaan dan kesastraan daerah.
Kegiatan itu ditujukan kepada pemangku kepentingan di bidang pendidikan serta dilanjutkan dengan memberikan pengetahuan dan pengimplementasiannya dalam bentuk pelajaran bermuatan lokal di seluruh sekolah yang ada di bawah naungan Kemendikbudristek.
(dia/matakalteng)






















Discussion about this post