SAMPIT – Anak-anak mungkin tidak mengetahui apa makna budaya meski dikenalkan melalui pakaian atau baju adat yang dipakainya secara langsung dalam sebuah kegiatan.
“Mungkin yang mereka tahu, mereka hanya sekadar memakainya pada saat-saat tertentu saja seperti memperingati hari-hari bersejarah Indonesia seperti hari kartini atau pada saat mengikuti upacara adat seperti pernikahan,” kata Kepala SDN 7 Ketapang, Sampit, Ahmad Basuki, Selasa 27 Desember 2022.
Oleh karena itu ujarnya, sebagai pendidik memiliki kewajiban bagaimana menjelaskan makna dan informasi seputar baju adat tersebut yang memiliki dampak positif terhadap wawasan anak tentang Indonesia.
“Dengan mengetahui beragam pakaian adat di Indonesia, secara otomatis anak juga mengenali perbedaan budaya yang justru menambah kekayaan bangsa ini,” tegasnya.
Dengan cara ini pula, lanjutnya, anak bisa belajar bertoleransi dengan orang lain sehingga kelak bisa membangun kehidupan yang tentram dan aman.
“Sikap menghargai dan menghormati budaya daerah lain akan mencegah anak dari sifat etnosentrisme atau memandang rendah kebudayaan lain, yang bisa mengakibatkan gesekan atau perpecahan bangsa,” jelasnya.
Jika anak sudah mengenal budaya negerinya sendiri, anak-anak tentu diharapkan dapat mencintainya. Dengan cara ini pula anak-anak bisa memelihara dan menjaga kebudayaan hingga dewasa kelak sehingga budaya yang sudah ada tidak punah.
(dia/matakalteng.com)






















Discussion about this post