SAMPIT – Usai melakukan pengumuman kelulusan peserta didik, sejumlah sekolah di Kotawaringin Timur (Kotim) melakukan cap tiga jari ijazah. Salah satunya Sekolah Menengah Pertama (SMP) Negeri 2 Sampit.
Kepala SMPN 2 Sampit, Abdurrahman mengatakan, untuk menghindari hilangnya data atau informasi siswa dan juga alumni, pihaknya menyimpan data berbasis digital.
“Sehingga kalau diperlukan maka bisa langsung di unduh, jadi kalau ada masalah di sekolah data tidak akan hilang, begitu juga dengan data peserta didik yang melakukan cap tiga jari ini,” kata Abdurrahman, Jumat 13 Agustus 2021.
Menurutnya, usai melakukan cap tiga jari ijazah tidak langsung dibawa pulang oleh anak-anak melainkan harus dipindai terlebih dahulu oleh pihak sekolah agar bisa disimpan secara digital sebagai arsip.
“Jadi kalau suatu saat ada peserta didik yang kehilangan ijazah, maka bisa meminta kembali salinannya ke sekolah berbasis digital ini, semua data peserta didik dan alumni akan aman sampai kapanpun,” tegasnya.
Ditegaskannya, pada zaman modern ini semua hal bisa dilakukan dengan mudah menggunakan teknologi dan informasi. Sehingga untuk penyimpanan data tidak lagi memerlukan tempat besar yang menghabiskan biaya banyak, hanya perlu menyimpannya menggunakan aplikasi.
“Jadi kita harus bisa memanfaatkan kecanggihan teknologi sekarang untuk kepentingan yang bermanfaat,” tandasnya.
(dia/hab/matakalteng.com)






















Discussion about this post