• Tentang Kami
  • Disclaimer
  • Kebijakan Privasi
  • Pedoman
  • Kontak
Selasa, 9 Juni 2026
  • Login
No Result
View All Result
NEWSLETTER
Mata Kalteng
  • Home
  • News
  • Daerah
    • Kalimantan Tengah
    • Palangka Raya
    • Barito Selatan
    • Barito Timur
    • Barito Utara
    • Gunung Mas
    • Kapuas
    • Katingan
    • Kotawaringin Barat
    • Kotawaringin Timur
    • Lamandau
    • Murung Raya
    • Pulang Pisau
    • Seruyan
    • Sukamara
  • Legislatif
    • DPRD Kalimantan Tengah
    • DPRD Kota Palangka Raya
    • DPRD Barito Selatan
    • DPRD Barito Timur
    • DPRD Gunung Mas
    • DPRD Kapuas
    • DPRD Katingan
    • DPRD Kotawaringin Barat
    • DPRD Kotawaringin Timur
    • DPRD Lamandau
    • DPRD Murung Raya
    • DPRD Pulang Pisau
    • DPRD Seruyan
  • Hukrim
  • Pendidikan
  • Ekonomi
  • Politik
  • Kesehatan
  • Olahraga
  • Kolom
    • Advetorial
    • Opini
  • Home
  • News
  • Daerah
    • Kalimantan Tengah
    • Palangka Raya
    • Barito Selatan
    • Barito Timur
    • Barito Utara
    • Gunung Mas
    • Kapuas
    • Katingan
    • Kotawaringin Barat
    • Kotawaringin Timur
    • Lamandau
    • Murung Raya
    • Pulang Pisau
    • Seruyan
    • Sukamara
  • Legislatif
    • DPRD Kalimantan Tengah
    • DPRD Kota Palangka Raya
    • DPRD Barito Selatan
    • DPRD Barito Timur
    • DPRD Gunung Mas
    • DPRD Kapuas
    • DPRD Katingan
    • DPRD Kotawaringin Barat
    • DPRD Kotawaringin Timur
    • DPRD Lamandau
    • DPRD Murung Raya
    • DPRD Pulang Pisau
    • DPRD Seruyan
  • Hukrim
  • Pendidikan
  • Ekonomi
  • Politik
  • Kesehatan
  • Olahraga
  • Kolom
    • Advetorial
    • Opini
Mata Kalteng
  • News
  • Daerah
  • Legislatif
  • Hukrim
  • Pendidikan
  • Ekonomi
  • Politik
  • Kesehatan
  • Olahraga
  • Kolom

Beranda » Atap Sekolah Bocor, Guru SMPN 3 Parenggean Harus Tampung Air Menggunakan Ember 

Atap Sekolah Bocor, Guru SMPN 3 Parenggean Harus Tampung Air Menggunakan Ember 

Sabtu, 13 Maret 2021
in Pendidikan
A A
FOTO: IST/MATA KALTENG: Sejumlah guru yang ada di SMPN 3 Parenggean.

FOTO: IST/MATA KALTENG: Sejumlah guru yang ada di SMPN 3 Parenggean.

Share on FacebookShare on Twitter

SAMPIT – Seakan bertolak belakang dengan keadaan sekolah-sekolah di kota yang memiliki fasilitas lengkap, kondisi sekolah-sekolah yang ada di desa sangat memprihatikan dan bahkan untuk memiliki ruangan kelas yang memadai saja sekolah harus menunggu bertahun-tahun antrian anggaran dari pemerintah.

Seperti yang dialami Sekolah Menengah Pertama (SMP) Negeri 3 Parenggean, di mana guru-guru harus menampung air hujan yang masuk menggunakan ember lantaran atap sekolah yang bocor. 

Baca juga berita lainnya

Serah Terima Jabatan SMPN 1 Sampit, Dari Pengabdian Menuju Amanah Baru

Kotim Usulkan Pembangunan Sekolah Nasional Terintegrasi di Sawit Raya

Disdik Kotim Dorong Sekolah Perkuat Branding agar Mampu Bersaing dan Menarik Minat Siswa

Banjir Belum Surut, Disdik Kotim Alihkan Pembelajaran ke Rumah

“Karena kebanyakan ruang kelas sudah rusak ringan dan yang paling parah itu di kantor kepala sekolah. Bahkan saya harus menampung menggunakan tiga ember waktu awal saya menjadi kepala sekolah di sini,” kata Kepala SMPN 3 Parenggean, Yutam Wiler, Sabtu 13 Maret 2021. 

Guru disebut sebagai pahlawan karena tugasnya yang cukup berat dalam mendidik murid-murid. Mendidik begitu banyaknya siswa dan memastikan mereka agar menjadi manusia yang bijak bukanlah hal yang mudah. Namun demikian, masih banyak guru di Indonesia khususnya di Kotim yang belum sejahtera, bahkan untuk mendapatkan kantor yang layakpun masih terbilang sesuatu yang istimewa di tengah banyaknya gedung-gedung mewah saat ini.

“Kerusakan sekolah sudah kami laporkan dan usulkan melalui Data Pokok Pendidikan (Dapodik), semoga segera ditindaklanjuti dan diberikan bantuan. Terserah pemerintah saja mau merenovasi ringan, sedang atau berat. Kami hanya bisa menunggu sekolah kami diperbaiki,” ujarnya.

Menurutnya, SMPN 3 Parenggean sejak didirikan hingga sekarang belum pernah mendapatkan renovasi sehingga keadaan sekolah sudah mulai keropos khususnya atap sekolah dan atap mushola yang terbuat dari sirap.

“Saya baru dua tahun pindah, ruang kantor saya itu bocor. Sampai dipasang ember agar tidak banjir dan kami tambal sendiri atapnya, kemarin kami naik ke atap untuk memperbaiki malah tambah rusak karena sudah keropos, jadi kami tambal menggunakan seng (aluminium) saja sedikit-sedikit dari bawah disisipkan di atap yang bocor. Alhamdulillah tidak bocor lagi,” tambahnya.

Dirinya mengaku, jika ada kerusakan sekolah yang terbilang kecil atau belum parah pihaknya masih bisa menangani kerusakan tersebut menggunakan dana BOS dan selain bangunan sekolah yang rusak, mushola juga belum ada perbaikan sama sekali sejak dirinya masuk tahun 2018 silam.

“Kami berharap pemerintah bisa membantu, karena kalau mau merehab total dananya tidak mencukupi. Jadi kami hanya rehab ringan saja, kemarin dapat bantuan dari DAK dan dana itu yang kami gunakan untuk memperbaiki atap mushola, sehingga anak-anak dan para guru sudah bisa menggunakan mushola itu,” ungkapnya.

Disamping itu, dirinya selalu mengikuti Musrenbangdes tiap tahunnya dan selalu mengusulkan perbaikan sekolah, namun hingga saat ini sekolahnya belum juga dilakukan perbaikan, meski demikian pihaknya tetap bersabar menunggu hingga pemerintah melirik sekolahnya untuk diperbaiki.

“Kami juga berharap ada mes siswa, ada bekas yang sudah lama namun sudah tidak bisa digunakan lagi. Rencananya mau kami usulkan agar di robohkan dan dibangun ulang, karena siswa kami ini jauh-jauh. Ada yang di perusahaan dan di desa lain. Kasihan, kalau ada siswa yang kurang mampu mereka bisa menginap di mes siswa ini,” jelasnya.

Terlebih lagi jika cuaca sedang buruk membuat para siswa kesulitan datang ke sekolah apalagi yang jarak rumahnya jauh, hal ini dikarenakan sekolah mereka yang berada di atas bukit. Tidak hanya mes siswa, dirinya juga berharap dibangunkan mes guru, karena para guru juga berada jauh dari sekolah dan tersebar atau tidak terkumpul dalam satu titik.

Pihaknya juga memerlukan adanya ruang kesenia, karena mereka kesulitan untuk menampung hasil karya anak-anak selama ini, di mana diketahui ada kurang lebih 165 siswa atau siswi yang mengenyam pendidikan di sekolah tersebut.

“Masih banyak kendala yang dihadapi dan kita juga tidak memiliki saluran drainase. Mengingat lahan sekolah adalah tanah dan berada di atas bukit, kalau hujan di masa yang akan datang tanah bisa terkikis atau longsor. Sehingga mengakibatkan bangunan sekolah bisa miring atau bahkan roboh,” lanjutnya.

Selain permasalahan bangunan sekolah, Yutam juga menambahkan pihaknya kekurang tenaga pengajar terutama guru Pendidikan Agama Kristen, Seni Budaya, Prakarya dan PJOK.

“Kami sudah mengusulkan beberapa tahun lalu, memang ada dikirim dua guru baru, namun yang dikirim guru kontrak dijurusan yang sama. Jadi menumpuk guru kami, jurusan IPS dan IPA. Sementara IPA guru kami sudah ada 2 dan IPS 2, kami cuma ada 6 kelas. Jadi dua guru saja sudah cukup, kalau tiga mengajar apa mereka,” pungkasnya.

(dia/matakalteng.co.id)

Share3Tweet1SendShareShareSendScan
ad-space
Previous Post

Bersama Kapolda Kalteng, Ustad Das’ad Latief Sebut Vaksinasi Adalah Ikhtiar dari Penyebaran Covid-19

Next Post

Tingkatkan Hasil Pertanian, Pemprov Diminta Perhatikan Infrastruktur

Berita Terkait

Dinas Pendidikan Kotawaringin Timur

Serah Terima Jabatan SMPN 1 Sampit, Dari Pengabdian Menuju Amanah Baru

Kamis, 4 Juni 2026
Dinas Pendidikan Kotawaringin Timur

Kotim Usulkan Pembangunan Sekolah Nasional Terintegrasi di Sawit Raya

Rabu, 3 Juni 2026
Dinas Pendidikan Kotawaringin Timur

Disdik Kotim Dorong Sekolah Perkuat Branding agar Mampu Bersaing dan Menarik Minat Siswa

Rabu, 3 Juni 2026
Dinas Pendidikan Kotawaringin Timur

Banjir Belum Surut, Disdik Kotim Alihkan Pembelajaran ke Rumah

Rabu, 20 Mei 2026
Dinas Pendidikan Kotawaringin Timur

Disdik Kotim Soroti Kejujuran Data Sekolah Saat Hadiri Haflah SDIT Al Ishlah

Sabtu, 16 Mei 2026
Dinas Pendidikan Kotawaringin Timur

Disdik Kotim Dukung Program Wajib Belajar 13 Tahun, PAUD Kini Jadi Fondasi Pendidikan

Senin, 11 Mei 2026
Load More
Next Post

Tingkatkan Hasil Pertanian, Pemprov Diminta Perhatikan Infrastruktur

Melihat Tim Raimas Sedang Patroli, Pria ini Ketahuan Buang Paketan Sabu

Tingkatkan Pemberdayaan Nelayan Dapil II

Sumbangsih PBS Perkebunan Dinilai Belum Maksimal

PAD Bisa Jadi Kekuatan Pembangunan Daerah

Discussion about this post

Banner

PILIHAN EDITOR

Polda Kalteng Ungkap 121 Kasus Kejahatan Jalanan Selama 2026, 233 Tersangka Berhasil Diamankan

Sabtu, 30 Mei 2026

Raih WTP Ke-12 Beruntun, Bukti Komitmen Pemkab Kotim Kelola Keuangan Secara Transparan

Jumat, 29 Mei 2026

Gubernur Kalteng Lantik Sejumlah Pejabat Pimpinan Tinggi Pratama

Selasa, 26 Mei 2026

Damkar Kotim Bergerak Cepat Padamkan Kebakaran di Gang Mutiara, Dugaan Sementara Korsleting Listrik

Sabtu, 23 Mei 2026

Kapasitas Pesawat Tetap Full 180 Penumpang, Super Air Jet Kurangi Bagasi Gratis

Selasa, 19 Mei 2026

Drainase Tersumbat dan Kesadaran Warga Jadi Sorotan di Tengah Banjir Perkotaan Kotim

Selasa, 19 Mei 2026

  • Hakim Nyatakan Penangkapan Tidak Sah, Rudiyanto Resmi Bebas dari Tahanan

    12225 shares
    Share 4890 Tweet 3056
  • TPP Bukan Hak bagi ASN

    5948 shares
    Share 2379 Tweet 1487
  • Ini Jadwal Libur Siswa saat Bulan Ramadhan

    4268 shares
    Share 1707 Tweet 1067
  • 317.000 Hektare Kebun Sawit Behasil Disita Satgas PKH

    3798 shares
    Share 1519 Tweet 950
  • Satgas PKH Dari Jakarta Akan Mendarat di Sampit, Tinjau Penyitaan Lahan Perusahaan Nakal

    3617 shares
    Share 1447 Tweet 904
  • Kunjungi Kalteng, Kasum TNI Pantau Langsung Penyitaan Lahan Satgas Garuda di Kotim

    2782 shares
    Share 1113 Tweet 696
  • PT HMBP dan Polda Kalteng Didenda Rp 335 Juta

    2363 shares
    Share 945 Tweet 591
  • Tentang Kami
  • Disclaimer
  • Kebijakan Privasi
  • Pedoman
  • Kontak
COPYRIGHT © 2018-2023 MATA KALTENG. ALL RIGHT RESERVED.
PROUDLY POWERED BY TEKNO HOLISTIK.
TENTANG KAMI  |  PEDOMAN  |  DISCLAIMER
KEBIJAKAN PRIVASI  |  KONTAK
© 2018-2023 MATA KALTENG. ALL RIGHT RESERVED.
PT RAJA DIGITAL MEDIA
JL. BUMI RAYA I, PERUM.ZAHRANA, RT.01/RW.01
KEL. BAAMANG BARAT, KEC. BAAMANG
SAMPIT, KOTAWARINGIN TIMUR, KALIMANTAN TENGAH
PROUDLY POWERED BY TEKNO HOLISTIK

Welcome Back!

Sign In with Facebook
Sign In with Google
OR

Login to your account below

Forgotten Password?

Retrieve your password

Please enter your username or email address to reset your password.

Log In
No Result
View All Result
  • Login
  • Home
  • News
  • Daerah
    • Kalimantan Tengah
    • Palangka Raya
    • Barito Selatan
    • Barito Timur
    • Barito Utara
    • Gunung Mas
    • Kapuas
    • Katingan
    • Kotawaringin Barat
    • Kotawaringin Timur
    • Lamandau
    • Murung Raya
    • Pulang Pisau
    • Seruyan
    • Sukamara
  • Legislatif
    • DPRD Kalimantan Tengah
    • DPRD Kota Palangka Raya
    • DPRD Barito Selatan
    • DPRD Barito Timur
    • DPRD Gunung Mas
    • DPRD Kapuas
    • DPRD Katingan
    • DPRD Kotawaringin Barat
    • DPRD Kotawaringin Timur
    • DPRD Lamandau
    • DPRD Murung Raya
    • DPRD Pulang Pisau
    • DPRD Seruyan
  • Hukrim
  • Pendidikan
  • Ekonomi
  • Politik
  • Kesehatan
  • Olahraga
  • Kolom
    • Advetorial
    • Opini

COPYRIGHT © 2018-2023 MATA KALTENG
PROUDLY POWERED BY TEKNO HOLISTIK