SAMPIT – Meski melakukan pembelajaran online atau dalam jaringan (daring), para guru di PAUD Mekar Sari Sampit tetap mengunjungi rumah anak untuk sesekali melakukan pembelajaran.
Kepala PAUD Mekar Sari Ardita Dewi Juwita mengatakan, PAUD Mekar Sari melayani 3 Program layanan pendidikan, diantaranya Taman Kanak-kanak (TK) usia 4-6 tahun, Kelompok Bermain ( Play gyoup) 2-4 tahun, Taman Pengasuhan Anak ( TPA) 2 bulan hingga 7 tahun.
“Di masa pandemi dari tanggal 24 Maret 2020 – 18 Februari 2021 kegiatan 0embelajaran PAUD dilaksanakan secara Daring dan PAUD From Home (PFH) atau secara Luring dengan kunjungan ke rumah anak murid,” ujarnya, Senin 8 Maret 2021.
Lanjut Dita, di Bulan Juni PAUD pihaknya mendapatkan Apresiasi The Rising Star (APFH) dari pusat terkait Program pembelajaran di masa Pandemi.
“Karena kami juga pernah menerima Apresiasi Gerakan Orangtua Membacakan Buku Kepada Anak (Gernas baku) dari Kemendikbud pada tahun 2018 dengan membuat Pojok Baca anak dirumah, maka hal itu yang menjadi dasar bagi kami untuk membuat inovasi baru agar anak tidak merasa bosan dan jenuh ketika belajar di rumah,” ungkapnya.
Kemudian ujarnya, melalui from pihaknya melaksanakan sesuai kesepakatan dengan orang tua agar jadwal tidak terbentur dengan kesibukan orang tua, sehingga ketika kunjungan tetap selalu ada pendampingan dari orang tua.
“Adapun kendala pembelajaran daring diantaranya yaitu pengetahuan IT orang tua yang masih belum merata, tingkat ekonomi orang tua untuk pembelian paket data, kesibukan orang tua yang bekerja, pembagian waktu antara pekerjaan dengan anak-anak mereka yang masih di jenjang pendidikan lainnya sehingga HP yang digunakan harus bergantian, dan orang tua yang kurang memahami akan dunia anak maka akan salah dalam mendampingi proses belajar di rumah,” beber Dita.
Lebih lanjut dijelaskannya, banyaknya orang tua yang kurang memahami bagaimana cara mendampingi anak belajar di rumah, karena anak-anak masih gemar bermain. Jika salah dalam mendampingi anak dalam belajar maka hal ini yang akan menjadikan hal buruk bagi tingkat kecerdasan anak di Indonesia.
“Hal tersebutlah yang menjadi di dasar bagi kami lembaga PAUD Mekar Sari Sampit untuk mengajukan ijin pembelajaran PTM atau pembelajaran tatap muka sesuai dengan surat edaran Bupati dan Edaran Dinas Pendidikan Tentang PTM,” tegasnya.
Yang mana pengajuan pihaknya ditanggapi dengan baik dari Satuan Tugas (Satgas) Covid-19 setempat dan juga mendapatkan rekom dari Disdik terkait izin pembelajaran tatap muka.
“Tanggal 18 Februari 2021 izin PTM kami telah diterbitkan. Setelah itu itu kami mengadakan rapat dengan orang tua terkait PTM, orang tua sangat menanggapi dengan baik dengan jadwal-jadwal yang telah disepakati bersama dan pematuhan aturan protokol kesehatan harus tetap di jalan kan. Tetapi kami pun juga tidak memaksakan orang tua yang masih belum siap melaksanakan PTM,” jelasnya.
Bagi orang tua lanjutnua, yang belum siap dengan PTM maka proses pembelajaran masih dilakukan kan secara daring dengan rencana kegiatan yang telah dibagikan guru setiap minggunya.
“Apakah rencana kegiatan yang dibagikan guru harus dilaksanakan? Tidak, karena kita ingin mewujudkan merdeka belajar bagi anak anak paud. Dengan cara apapun itu aktivitas anak yang dilakukan di rumah bersama orang tua itulah yang di kirimkan kepada ada guru kelasnya,” beber Dita.
Dari kegiatan yang dikirimkan orang tua tersebutlah ujarnya, guru akan menganalisa dan memutuskan aspek perkembangan yang muncul pada kegiatan yang dikirimkan, sehingga guru dapat mengukur pencapaian perkembangan anak yang terdiri dari 6 aspek perkembangan diantaranya nilai moral agama, fisik motorik, kognitif, bahasa, sosial emosional, dan seni.
“6 aspek perkembangan itulah yang nantinya akan diserahkan atau dilaporkan kepada ada orang tua atau sering disebut dengan pembagian raport,” demikiannya.
(dia/matakalteng.co.id)






















Discussion about this post