PALANGKA RAYA – Otoritas Jasa Keuangan (OJK) menilai stabilitas sektor jasa keuangan nasional terjaga didukung oleh permodalan yang kuat, likuiditas yang memadai, dan profil risiko yang terjaga sehingga mampu menghadapi potensi perlambatan pertumbuhan ekonomi global.
Hal ini disampaikan dalam arah kebijakan OJK 2024 di Pertemuan Tahunan Industri Jasa Keuangan (PTIJK) beberapa waktu lalu yang dihadiri oleh Presiden RI Joko Widodo. PTIJK juga menjadi momen peluncuran Taksonomi untuk Keuangan Berkelanjutan Indonesia (TKBI).
“Saya mengapresiasi OJK atas dedikasi dalam menjaga resiliensi industri jasa keuangan Indonesia. Saya juga menekankan pentingnya belajar dari krisis keuangan di masa lalu dan meningkatkan literasi keuangan, inklusi keuangan, serta dukungan terhadap pembiayaan UMKM dan keuangan berkelanjutan,” ujar Presiden RI, Senin, 11 Maret 2024.
OJK menilai saat ini ketidakpastian perekonomian global mulai menurun, namun masih terjadi divergensi pemulihan antarnegara. Indikator perekonomian menunjukkan pertumbuhan ekonomi termoderasi di beberapa negara, khususnya di negara Uni Eropa dan Tiongkok. Perlambatan pertumbuhan ekonomi mendorong inflasi turun mendekati target inflasi sehingga memberikan ruang bagi bank sentral untuk lebih akomodatif.
Namun OJK juga mencermati perkembangan geopolitik ke depan serta melandainya pertumbuhan penjualan ritel dan kendaraan bermotor di domestik. Oleh karena itu, penting bagi OJK dan pemerintah untuk terus berkolaborasi dalam meningkatkan kualitas sektor jasa keuangan nasional menghadapi potensi perlambatan pertumbuhan ekonomi global.
Dalam kondisi seperti ini, stabilitas sektor jasa keuangan sangat penting untuk dijaga. Diperlukan permodalan yang kuat, likuiditas yang memadai, dan profil risiko yang terjaga untuk mampu menghadapi ketidakpastian ekonomi global. Melalui sinergi antara pihak OJK, pemerintah, dan seluruh pemangku kepentingan, diharapkan dapat meningkatkan kualitas sektor jasa keuangan Indonesia untuk mencapai pertumbuhan ekonomi yang lebih baik dan keadilan sosial bagi seluruh masyarakat.
(vi/matakalteng)






















Discussion about this post